Jika Bisa Dilakukan Sekarang Kenapa Mesti Menunggu Kesempatan Kedua?



syakirdaulay.com - Banyak dari kita melakukan hal seadanya di kesempatan yang ada, kemudian di esok hari dia akan menyesal. Kenapa tidak waktu dulu aku begini? Kenapa tidak waktu itu aku pilih yang itu? Dan banyak hal lagi kata penyesalan yang akan terucap di bibir seseorang. 


Berharap waktu bisa diputar kembali di masa itu dan memperbaiki yang telah lalu itu. Tetapi hal itu tidak akan mungkin terjadi. Itu hanya harapan yang membuat seseorang untuk terus berangan-angan seperti halnya Allah bisa mengabulkan hal itu. Sikap berangan-angan atau beranda-andai pernah Rasulullah SAW mengatakan dalam riwayat muslim : 


Jika Bisa Dilakukan Sekarang Kenapa Mesti Menunggu Kesempatan Kedua?


Semangatlah dalam meraih/mencapai apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah SWT dan jangan bersikap lemah. Jangan pula mengakatan andaikan aku berbuat demikian tentu tidak akan terjadi demikian. Namun katakanlah ini takdir Allah SWT . Apapun yang Allah kehendaki pasti Allah wujudkan karena beranda-andai membuka tipuan setan. (HR. Muslim) 


Kesempatan kedua menjadi salah satu harapan untuk merubah nasib dan takdir hidup menjadi lebih baik. Jika diberikan kesempatan kedua atau seandainya waktu bisa diputar. Pemikiran ini yang membuat seseorang terjebak pada masa lalu dan selalu terbayang-bayang akan kesalahan yang dia lakukan.Jangan sampai kita menjadi seseorang yang selalu beranda-andai dan berharap bisa memiliki kesempatan kedua.


Mari pikirkan dengan baik-baik, apa jika kita diberi kesempatan kedua kita bisa melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya atau akan tetap sama melakukan hal yang telah dilakukan dimasa lalu?


Jika bisa dilakukan sekarang kenapa mesti menunggu kesempatan kedua? Yah, kita bisa meminimalisir penyesalan ketika kita melakukan hal itu dikesempatan pertama dengan semaksimal mungkin dan melakukannya dengan versi terbaik yang sudah kita usahakan itu. Seperti dalam firman Allah SWT surah Al-Insyirah ayat 7 : Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)


Kita diperintahkan untuk menyelesaikan satu pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar kita bisa lebih fokus pada pekerjaan itu. Setelah menyelesaikan pekerjaan itu barulah mengerjakan urusan yang lainnya. Dan hal ini jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan baik, maka tidak ada kata penyesalan dan seandainya yang keluar dari mulut dan hati juga pemikiran kita yang pada akhirnya meminta diberikan kesempatan kedua atau lebih parahnya meminta waktu diulang kembali pada waktu dimana kita kurang memaksimalkan usaha kita dalam mengerjakan urusan tersebut.


Mulailah dari urusan yang lebih utama atau penting dan harus segera untuk diselesaikan baru kemudian mengerjakan urusan yang lainnya. Kita harus pintar memprioritaskan mana hal yang harus segera diselesaikan sekarang dan mana yang bisa kita tunda sementara waktu diselesaikan.


Kita diberi waktu 24 jam dalam sehari, sayang banget jika waktu itu hanya berlalu begitu saja tanpa ada hal yang kita lakukan dan hanya digunakan untuk menyesali hal yang telah berlalu. Cukup jadikan hal yang berlalu dan penyesalan itu sebagai bahan bakar atau motivasi untuk memperbaiki apa yang dapat dilakukan sekarang dengan semaksimal mungkin. 


Lebih baik terlambat dari pada tidak melakukan suatu hal sama sekali. Gunakan kesempatan yang ada untuk menjadi orang yang lebih baik. Selagi, hidung masih bernafas, mulut masih bisa berbicara, kaki masih bisa berjalan, badan masih diberi kesehatan jadikan hari ini menjadi kesempatan pertama dan terakhir untuk diri kita.








Penulis, Nur Hazanah umur 23 tahun berdomisili Barru, Sulawesi Selatan. Sudah hobi menulis sejak SMP, namun baru aktif mendalami menulis 4 tahun terakhir ini dan alumni #nulisyuk.