Syakir Daulay Hidup Bersama Orang Tua Asuh Kedua


syakirdaulay.com - Tanggal 21 Oktober 2009 adalah tonggak sejarah bagi 2 bocah yakni Syakir Daulay yang lahir 10 Januari 2002 dan Fauzan Daulay yang lahir 25 September 1998. Mereka mengawali hijrah karena cinta baca dan belajar Al-Qur’an saat usia masih 7 tahun 9 bulan dan Fauzan 11 tahun 1 bulan .

Bakat Syakir dan Fauzan dalam melantunkan bacaan Al Qur’an sangat baik, sehingga atas izin Allah  terbuka peluang buat mereka untuk mengikuti  Seleksi Calon Peserta Pembinaan Persiapan Menghadapi MTQN ke XXIII di Provinsi Bengkulu Tahun 2010 yang diselenggarakan pada 24-25 Oktober 2009 di Jakarta. Mereka ikut seleksi dan  kemudian dinyatakan lulus serta berhak mendapat pembinaan selama 2 bulan di Kampus PTIQ Pasar Jum’at Jakarta setiap hari Sabtu dan Minggu mulai 7 Nov 2009 s/d 7 Jan 2010.

Selama pembinaan Syakir Daulay dan Fauzan Daulay  tinggal bersama orang tua asuh di Pondok Pinang (Jakarta Selatan) yang dikenal Ayah Syakir Daulay melalui facebook.  Setelah selesai pembinaan mereka tidak pulang ke Bireuen. Karena jika mereka pulang ke Bireuen, biaya transportasi kembali menjadi kendala saat dipanggil untuk mengikuti MTQ Provinsi DKI yang diperkirakan akan berlangsung Februari 2010.  Jadi solusinya ya mencari orang tua asuh yang lain.

BERGANTI ORANG TUA ASUH
Orang tua Syakir menceritakan perihal tersebut kepada Ibu asuh yang pertama dan atas inisiatifnya dan seizinnya Syakir dan Fauzan berpindah tangan lagi ke Ibu asuh yang kedua. Ibu asuh yang kedua sudah kenal dengan mereka karena satu pengajian dan temanan dengan ibu asuh yang pertama. Ibu asuh kedua tinggal di Perumahan Andara Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Syakir Daulay Hidup Bersama Orang Tua Asuh Kedua
Saat hari libur diajak Ibu Asuh Kedua untuk memancing di kolam

Alhamdulillah, sebelum menerima anak asuh, Ibu asuh yang kedua menghubungi Ayah Syakir Daulay dan bertanya apakah anak-anak ini tinggal saja disini menunggu tibanya waktu MTQ Propinsi DKI Jakarta berlangsung atau sekolah disini. Ayah Syakir menjawab : "Jika ibu berkenan, boleh juga anak-anak sekolah disana". Alhamdulillah Ibu asuh berkenan mengurus pindah sekolah anak-anak ke SDN Pondok Labu 12 Pagi Jakarta Selatan yang tidak jauh dari rumahnya.  

Syakir Daulay Hidup Bersama Orang Tua Asuh Kedua
Rumag Orang Tua Asuh
Ayah Syakir Daulay segera mengurus surat pindah dari SDN 1 Bireuen dan SDN 3 Bireuen dan dikirim ke alamat yang diberikan. Singkatnya terhitung 09-01-2010 anak-anak resmi telah pindah sekolah dari Bireuen (Aceh).

Syakir Daulay Hidup Bersama Orang Tua Asuh Kedua
Mulai pindah sekolah ke SDN Pondok Labu 12 Pagi

Kepala Sekolah dan semua guru SDN Pondok Labu 12 Pagi Jakarta Selatan sangat senang menerima murid baru dari Bireuen karena mereka adalah calon peserta MTQ Provinsi DKI Jakarta yang tak lama lagi akan berlangsung. Baru 3 bulan mereka sekolah disini, sebagaimana biasanya ada program pelaksanaan Lomba Ketrampilan Agama (Loketa). 

Syakir Daulay Hidup Bersama Orang Tua Asuh Kedua
Siswa yang akan mengikuti Loketa 

Alhamdulillah mereka menjadi peserta lomba dan bisa mengukir prestasi di sekolah ini yaitu masing-masing  :

Syakir Daulay Hidup Bersama Orang Tua Asuh Kedua
Alhamdulillah dapat juara

1. Syakir Daulay : Juara I Loketa Tartil Putra antar SD se-Kecamatan Cilandak (2010)
2. Fauzan Daulay : Juara I  Fauzan Cabang Tilawah Putra se-SD Jakarta Selatan (2010)
3. Fauzan Daulay : Juara I Hafalan Juz Amma se SD Jakarta Selatan (2010)

Sesuai komitmen antara orang tua asuh yang kedua dengan Ayah Syakir, Fauzan ditanggung sampai tamat SD dan Syakir sampai naik kelas IV saja atau ditanggung lebih kurang 6 bulan.Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat, Fauzan sampai tamat SD, dan Syakir naik ke kelas IV atau lebih kurang 6 bulan. Akankah saya mendapatkan orang tua asuh berikutnya untuk kelanjutan pendidikan mereka?

Setelah 6 bulan anak-anak dalam masa pengasuhan Ibu Asuh yang kedua atau Syakir Daulay sudah menerima rapor kenaikan ke kelas IV, Fauzan sudah menerima Ijazah SD, maka tiblah saatnya orang tua anak-anak menjemput mereka. Akhir Juni 2010 Ayah dan Ibu Syakir bersama beberapa Ibu dari Cipete yang peduli akan bakat baca Al Qur’an anak-anak, mengunjungi anak-anak dan bersilaturrahmi kepada kedua orang tua asuh sekaligus mohon izin membawa Syakir dan Fauzan. Mereka semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena Ibu asuh telah mengasuh Syakir dan Fauzan seperti anaknya sendiri. Ibu asuh menyarankan karena anak-anak bakat mengajinta tinggi, sebaiknya dimasukkan ke Pesantren saja. Akhirnya terjadilah peluk haru dan sedih sesama ibu-ibu sebelum meninggalkan Perumahan Andara dan tinggal sementara di Cipete Selatan.

Selama 1 minggu mereka bersama anak-anak tinggal di Cipete Selatan dan sepakat anak anaknya dimasukkan ke Pesantren saja. Tetapi Pesantren mana yang mau memberi beasiswa kepada anak-anak?

Baca juga : Syakir Daulay Awali Hijrah Oktober 2009
               
                   Senang dan Sedih Lulus Seleksi Pembinaan MTQ Provinsi DKI Jakarta

                  Syakir Daulay Hidup Bersama Orang Tua Asuh Pertama