Syakir Daulay Awali Hijrah Ke Jakarta Oktober 2009


syakirdaulay.com - Alhamdulillah kemampuan Syakir Daulay dan Fauzan Daulay dalam belajar ilmu tilawah lumayan cepat. Saya, Muhammad Hasan (Hasan Daulay) sebagai orang tua menjadi susah sendiri mengetahui bakat terpendam yang dimiliki mereka. Apa yang harus saya lakukan? Saya bingung. Tetap bertahan di Bireuen (tanah kelahiran), takut bakat yang ada tak bisa berkembang dengan baik. Akhirnya setelah istikharah dan musyawarah dengan isteri tercinta (Nazariah), saya putuskan anak-anak harus hijrah, harus merantau. Bagaimana caranya, kita lihat nanti saja.
Syakir Daulay Awali Hijrah Ke Jakarta Oktober 2009
Syakir Daulay Awali Hijrah Ke Jakarta Oktober 2009

Setelah ada suatu keputusan, mulailah saya mencari informasi di media social. Hampir sebulan saya browsing dan bergaul dengan banyak orang di Facebokk. Alhamdulillah, saya menemukan suatu kabar bahwa LPTQ Provinsi DKI Jakarta akan mengadakan Seleksi Calon Peserta Pembinaan Persiapan Menghadapi MTQN ke XXIII di Provinsi Bengkulu Tahun 2010 yang Diselenggarakan Tanggal 24-25 Oktober 2009 di Jakarta.



Mendapat informasi tersebut membuat saya pusing tujuh keliling mengingat kemampuan ekonomi kami yang sangat terbatas. Saya menceritakan kepada isteri tentang adanya peluang anak-anak untuk mengikuti seleksi tersebut. Isteri mendukung, tapi bagaimana cara bisa berangkat terpulang pada ayah. Mulailah saya cerita kepada teman/orang tertentu dan berharap sedekahnya. Singkat cerita dalam waktu 5 hari saya mendapatkannya walau sebagiannya dengan meminjam. Saya dan isteri mengadakan rapat dengan anak-anak untuk memberitahukan bahwa Syakir dan Fauzan akan mengikuti Seleksi yang dilaksanakan oleh LPTQ Provinsi DKI Jakarta. Anak-anak menyetujuinya dan Syakir dan Fauzan juga siap melaksanakan perintah orang tua. Alhamdulillah.

Syakir Daulay diuji tilawahnya

Kami berangkat dengan Bis dari Bireuen ke Medan dan dari Medan ke Jakarta menggunakan pesawat. Kami sampai ke Jakarta tanggal 22 Oktober 2009 dan numpang menginap di rumah Bapak Muhaimin/Ibu Khadijah (Dosen PTIQ). Saya sudah komunikasi sebelumnya melalui telepon dengan Ibu Khadijah, karena Ibu Khadijah salah seorang pengurus LPTQ Provinsi DKI Jakarta. Tanggal 24 Oktober 2009, anak-anak ikut seleksi di Gedung LPTQ DKI di kawasan Harmoni. Fauzan Daulay dipanggil pertama untuk ditest, setelah itu giliran adiknya Syakir Daulay ditest tilawah.
Penguji Tilawah adalah Drs.H.Ali (Qari dan Juri MTQ Internasional). Beliau terharu mendengar tilawah yang dibacakan Syakir Daulay karena usia Syakir baru 7 tahun 10 bulan, tetapi ingin ikut cabang tilawah. Setelah selesai diuji, kami bersalaman dan beliau berkata :"Subhanallah, Masya Allah. Sebaiknya Syakir ikut tartil saja sebab nafasnya pendek. Saya sedikit sekali melihat anak seusia Syakir sudah bagus tilawahnya. Ini mutiara Pak, tolong dibina dengan sungguh-sungguh. Anak Bapak berpotensi jadi Qari Internasional ' kata penguji sembari mengakhiri pembicaraan.


Syakir Daulay Awali Hijrah Ke Jakarta Oktober 2009



Sore harinya sambil santai-santai di rumah Ibu Khadijah, saya bertanya kira-kira berapa lama hasil pengumuman seleksinya.. Beliau mengatakan paling lama dalam 2 minggu. Mendengar jawaban demikian, sayapun mengatakan kepadanya bahwa kami akan pulang ke Bireuen dan menunggu hasil pengumuman seleksi. Tanggal 28 Oktober 2009 kami kembali ke Bireuen.

Suatu hari sedang memberikan motivasi kepada anak-anak, telepon berdering dan tertera nama Ibu Khadijah “Assalamualaikum. Bapaknya Syakir, Alhamdulillah Syakir dan Fauzan lulus seleksi dan masuk nominasi untuk dibina selama 2 bulan di Kampus PTIQ Pasar Jum'at Jakarta" mengakhiri teleponnya. Kami semua senang mendengarnya. Alhamdulillah, dengan izin Allah mereka lulus seleksi dan akan mengikuti pembinaan mulai tanggal 7 November 2009 sampai dengan 7 Januari 2010.


Awal mula ditulis 3 Desember 2010 (sekarang hasil revisi)