Aku Ini Pendosa Yang Ingin Berubah




syakirdaulay.com - Ada seorang wanita yang mempunyai paras cantik nan anggun tapi sayang akhlaqnya gak sesuai dengan wajahnya. Dia menjadi kembang desa dan di sekolah dia dijuluki si nakal yang manis. 



Suatu hari datang sebuah kejadian yang membuat dia berduka yaitu ayah dan bundanya meninggal dunia dikarenakan kecelakaan. Dia murung dan gelisah seperti tubuh tanpa ruh (diam, merenung). Setelah kejadian itu dia tinggal bersama neneknya. Sang nenek khawatir karena dia tak kunjung makan dan nenek itu berkata "ndok makan ayo ndok nanti ibu nan bapak sedih lho ndok di surga sana, ayo ndok,". Si Wanita itu tetap diam dengan tatapan kosong. 

Ketika larut malam si Nenek mendatangi lagi cucunya itu dan berkata : "Ndok, sholat tahajud berjamaah sama nenek yuk?" sembari mengusapkan air kepada wajah si wanita tersebut dan seketika wanita itu kaget seraya berkata : "Nenek apa-apaan sih". Lalu si Nenek tersebut meletakkan sebuah surat di samping wanita itu seraya berkata : "Jika ingin ayah dan ibumu senang maka mintalah kepada Allah" Setelah itu si nenek sholat tahajud di sebelah kasur wanita itu. 

Wanita itu terus melihat neneknya yg sholat dan berucap dalam hatinya : "Ya Allah maafkanlah hambamu ini" seraya berharap kepada Allah SWT untuk merubah dia menjadi lebih baik. Tiba lah si nenek di sujud terakhirnya, wanita itu tetap melihat neneknya seraya berkata : "Nenek maafkanlah aku."



Rupanya saat sujud terakhir itulah si Nenek meninggal dan pergi meninggalkannya untuk selamanya. Si wanita itu kembali bersedih dan berulang kali meminta kepada Allah "Ya Allah maafkan lah hambamu ini.”.


Setelah Neneknya meninggal, timbullah niat pada wanita tersebut untuk taubat nasuha. Semangatnya untuk berubah itu sangat besar tapi sayang dia tidak mengetahui apa yang harus di lakukan. Dia memakai hijab peninggalan Neneknya aja gak bisa, membaca Al Qur'an juga gak bisa. 



Suatu sore dia duduk di tepi lapangan melihat anak-anak kecil yang bermain bola, lalu mendekatlah seorang Ibu Muda dan berkata :


Ibu Muda : "ukhti, ada apa atuh? Kelihatannya ukhti bingung sekali?" tanyanya dengan seramah mungkin.
Aku Ini Pendosa Yang Ingin Berubah



Wanita    : "Saya bingung. Karena ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Tapi saya tak tahu dari mana harus memulainya. Itulah yang membuat saya bingung,” jawabnya dengan jujur kepada wanita yang belum dikenalnya.


Ibu Muda : "Ukhti semua dari niat dan usahamu. Insya Allah kalau ukhti yakin kepada Allah semua yang tidak mungkin pasti terjadi. Kun Fayakun (jadilah, maka jadilah). Kalau ukhti mau saya bisa ajarin ukhti kok,” jawab ibu itu seperti sedang menjelaskan ke anaknya.

Wanita  : "Terima kasih. Saya bukan Cuma mau tapi saya sangat membutuhkan untuk diajari tentang ilmu agama” jawabnya dengan penuh harap.

Ibu Muda: “Ukhti itu artinya kamu perempuan. Panggil saja saya Mbak Nur.” jawabnya sembari memperkenalkan diri dan menjawab pertanyaannya..

Wanita    : “Nama saya Dina," jawabnya lancar seperti sudah kenal betul dengan Mbak Nur.



Hari berganti hari Minggu berganti Minggu setelah mendapat bimbingan dari Mbak Nur yang kebetulan rumahnya tak jauh dari rumah Neneknya, membuat niat wanita itu untuk berubah menjadi lebih baik sangat kuat dan akhirnya dia sudah berani keluar rumah dan bersekolah. 


Hari pertama dia ke sekolah semua teman-temannya terheran-heran karena melihat dia sekolah dengan berhijab. Dia melihat keheranan teman-temannya dan berkata :

Wanita : "Saya Dina. Saya minta maaf sama kalian jika selama ini saya ada salah,” lalu perempuan itu duduk di kursinya.

Temannya : ”Kenapa kamu makek hijab dan cadar? Kamu gak cocok tau makek itu mending dibuka saja,” tanya temannya saat jam istirahat. Mereka mentertawakannya karena melihat Dina sudah berhijab.


Dina   : "Saya berubah karena Allah SWT. Saya ingin keluarga saya di surga melihat saya menjadi anak yang sholehah.”jawab Dina yang baru berhijrah dan pakai cadar.  

Temannya : "Apaan sih,, kamu ni aneh banget. Udah buka hijabmu jangan sok sok an kamu, hanya berhijab tapi akhlakmu buruk dasar pendosa." canda mereka makin menjadi.

Dina   : "Aku ini memang pendosa. Salahkah jika aku ingin menjadi lebih baik? Aku gak mau menjadi wanita yang nakal seperti dulu, aku ingin berubah. Jangan salahkan hijabku tapi salah kan lah aku yang masih belum bisa menjadi lebih baik," jawabnya dengan rasa takut menahan sedih. Setelah mendengar jawaban Dina, semua teman-temannya terdiam.

Setelah pulang sekolah ia langsung menuju ke rumah Mbak Nur. Begitu melihat Mbak Nur, Dina langsung memeluknya dengan tangisan dan air mata.

Mbak Nur :  "Masya Allah kenapa kamu menangis. Udah Udah cup cup. Nanti aku ajarin lagi, jadi jangan nangis atuh," jawabnya sambil mengelus-ngelus bahunya.

Mendengar perkataan Mbak Nur sahabatnya Dina pun berkata : ”Aku  menangis karena aku masih sedikit ilmu aku ingin belajar, aku ingin berubah aku ingin tau lebih banyak lagi tentang agama.”.

Mbak Nur yang sudah menganggap Dina sebagai adiknya berkata : "Masya Allah semangat atuh. Allahu Akbar. Sabar dan Istiqomah ok. Doakan saja mereka yang mengolokmu mendapatkan hidayah. Aamiin." jawabnya memberi semangat padanya. 


                   Ayo berusaha Menjadi Wanita Sholehah






Artikel ini ditulis oleh

sahernasyaputri_
Muhammad Sulthon Faiz Husain