Berani Hijrah Karena Syakir Daulay

Hai teman, selamat datang dicerita Hijrahku. Perkenalkan nama lengkapku Siti Alfiyah Nurjannah. Pada kesempatan yang yang baik ini. aku ingin membagi sebagian ceritaku kepada teman-teman.

syakirdaulay.com - Aku ingin cerita bagaimana aku sampai bisa hijrah. Dulu saat usiaku masih 12 tahun, aku masih sangat sangat susah untuk dekat dengan Allah, masih sangat berat ragaku untuk mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang Allah.

Tapi seiring perjalanan waktu, kemudian aku mengenal di sosial media seorang penghafal quran yang bernama Syakir Daulay. Awalnya aku hanya iseng iseng saja saat melihatnya, lama-lama mencari tahu youtubenya dan lain-lain yang berkenaan dengan Syakir Daulay. Banyak nasihat dan motivasi untuk aku yang masih jomblo. Syakir selalu berpesan supaya tetap menjadi jomblo yang terhormat, jomblo yang taat kepada Allah SWT, jomblo itu harus suka baca Quran, shalat, dan sering mendatangi majelis ilmu.

Berani Hijrah Karena Syakir Daulay

Tak terasa aku seperti terhipnotis mengikuti semua nasehatnya dan lambat laun, aku mulai berubah, mulai patuh pada orang tua, rajin ke majelis ilmu, shalat dan baca Quran. Allah Maha Tahu dan Allah telah memudahkan aku untuk kembali dekat kepada-Nya

Satu hal yang membuat aku termotivasi banget pada Syakir Daulay ketika dia bisa memberagkatkan kedua orang tuanya pergi berhaji. Allah mengundang mereka untuk bertamu mengunjungi rumah-Nya. Masya Allah. Aku baru sadar dan menyesal sekarang. Menyesal kenapa tidak dari dulu saja aku berkerja keras untuk bisa memberangkatkan kedua orangtuaku berhaji?

Dan saat itu niatku sudah bulat, kuucapkan Bismillahirrahmmanirrahim. Aku bertekad dan mantapkan hatiku untuk menunaikan hajatku kepada kedua orang tuaku.

Hari-hari pun berlalu seiring dengan kemantapan hatiku. Dalam perjalanan hijrahku, Allah mengambil kembali Nenekku untuk kembali kepada-Nya. Aku sedih banget saat Nenek meninggal. Aku sedeih diliputi rasa penyesalan yang mendalam karena aku masih belum bisa mewujudkan cita-cita nenekku. Nenekku ingin melihat aku sebagai cucunya menjadi Hafidzah 30 juz.

Dari semua ujian ini ada 3 hikmah yang bisa kuambil :

Pertama: disaat masa-masa sulitku, Allah memberiku hidayah dan bertemanlah aku di sosmed dengan Kak syakir. Kak Syakir adalah motivatorku,  penyemangatku untuk berhijrah kembali kepada Allah.

Kedua: Saat kak syakir mampu memberangkatkan kedua orangtuanya berhaji, tumbuhlah semangat juangku yang berapi-apai agar aku juga bisa seperti itu. Kak Syakir mengajarkanku bahwa dalam pekerjaan atau berkerja itu yang dicari bukan untungnya tapi berkahnya. Karena kalo kita berkerja tanpa ada keberkahan dari Allah, maka kita tidak akan ada untungnya, bukan? Segala sesuatu yang kita lakukan, segala hajat yang kita penjatkan kepada Allah SWT, hasilnya itu semua ada ditangan Allah SWT, kita hanya mampu berusaha saja.

Dan hikmah yang ketiga: Setelah aku rajin ke majelis ilmu, aku mendapatkan ilmu dan aku menjadi tahu bahwa semua mahluk yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya.

Setelah hijrah baru aku faham dan yang ada dibenakku sekarang adalah  aku harus terus berjuang terutama untuk keluargaku, untuk semua orang-orang yang kusayangi, semua orang-orang yang telah menyemangatiku, seperti Kak Syakir beserta Ayah dan Bundanya. Terimakasih karena kalian aku kembali berani untuk berhijrah, berani untuk menghadapi ujian dari Allah dengan sabar dan ikhlas.

Baca juga : Editor Halaman Fanspage Facebook Syakir Daulay

Kisah hijrah ini ditulis oleh
@sitialfiyahnurjannah