Yuk Jadi Jomblo Masa Kini



syakirdaulay.com - Bicara mengenai jomblo di masa kini, yaa … tentu saja kita sudah tidak asing lagi dengan 1 kata “Jomblo” ini terutama untuk kalangan anak remaja di zaman sekarang.


Ada sebagian jomblo yang merasa hina, malu hingga tidak percaya diri karena tidak memiliki pasangan, merasa iri kepada orang-orang yang sudah memiliki pasangan karena sudah tidak hidup sendirian lagi, bahkan mereka sempat berfikir bahwa jomblo itu adalah tidak ada lawan jenis yang menyukai diri kita. 


Hmmm … kalau difikir-fikir, jika kita terus-menerus memikirkan hal yang seperti itu dapat merugikan diri sendiri loh. Jadinya kita tidak memiliki gairah/semangat dalam hidup. Dan pikiran-pikiran lain yang akan terus terpikirkan, syukur kalau terpikirkan itu bermanfaat, bagaimana jika itu tidak bermanfaat. Ini adalah perasaan yang tidak benar. 


Tetapi teman-teman sekalian, di masa kini ada sebagian dari kita yang menjomblo menganggap bahwa “Jomblo” itu merupakan suatu kebebasan, kesenangan, dan pastinya memiliki suatu nilai yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Saya yang menjomblo dan memiliki pandangan seperti ini telah merasakan manfaatnya.


Mengenai kebebasan tentu saja seseorang yang jomblo memiliki suatu kebebasan tersendiri di dalam hidupnya. Tapi kebebasan yang dimaksud disini adalah yang membawa diri ini kepada hal yang positif bukan kepada hal yang negatif. Yakni dimana kita bisa menghabiskan banyak waktu dan bersenang-senang bersama keluarga, teman, bahkan sesama sahabat sekalipun tanpa ada hambatan yang dialami.


Misalnya pergi makan-makan bersama keluarga, pergi ke tempat yang nyaman untuk mengobrol seru bareng teman-teman, dan bahkan bisa pergi hang out bareng sahabat-sahabat kita. Banyak quality time yang dapat kita manfaatkan atau kita lakukan sebagai seorang jomblo yang memiliki pandangan ini.


Yuk Jadi Jomblo Masa Kini


Lalu mengenai kesenangan, yang dimaksud kesenangan disini adalah dimana kita sebagai seorang jomblo masa kini dapat menyalurkan bahkan dapat menggali segala potensi, bakat, maupun hobi yang selama ini kita miliki. 


Misalnya kita dapat berusaha bisnis, menciptakan suatu karya seni, melakukan berbagai macam olahraga yang disukai bersama teman/sahabat kita, dan lain sebagainya. Itu semua pastinya memiliki hasil yang memuaskan dan menjadi kesenangan tersendiri bagi seorang jomblo.


Jomblo masa kini yang menyalurkan/menggali segala potensi, bakat, dan juga hobi, akan memperoleh hasil yang luar biasa baik itu berupa rezeki dan bermanfaat  untuk diri kita sendiri dan juga orang lain. Bagi diri sendiri kita dapat meringankan beban orang tua dalam membiayai kita sekolah/kuliah dan bagi orang lain kita dapat memberikan sebagian rezeki kita kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan seperti korban yang terkena bencana alam, membantu kaum dhuafa, menggalang dana untuk pembangunan pondok pesantren, dan lain sebagainya. Insya Allah itu semua dapat menjadi amal kebaikan bagi diri kita sendiri dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.


Nahh … enak bukan kita menjadi seorang jomblo masa kini? Banyak hal positif yang dapat kita lakukan dengan sebagaimana mestinya. Tetap dibawa have fun dan enjoy aja! Jomblo masa kini jangan sampai terpikirkan hal-hal yang negatif karena status jomblonya.  


Namun demikian seorang jomblo masa kini harus tetap ada rasa cinta dan kasih sayang. Jangan bilang bahwa seorang jomblo tidak memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Ada, bahkan ada di setiap makhluk hidup yang telah Allah SWT ciptakan. Karena pada hakikatnya rasa cinta dan kasih sayang ini merupakan suatu fitrah pada diri sendiri sejak kita dilahirkan di dunia. Tinggal kitanya lagi bagaimana mengatur dan menyikapi dengan baik rasa cinta dan kasih sayang ini kepada sesama manusia termasuk kepada lawan jenis kita. Agar tidak terjerumus di jalan yang salah dan membawa diri kita kepada suatu kemaksiatan yang nyata. 


Seorang jomblo masa kini memilih untuk tetap menjomblo itu bukan karena dirinya merasa hina atau bahkan tidak ada seorang dari lawan jenis pun yang menyukainya. Bukan itu. Alasan mengapa dari mereka termasuk saya tetap ingin menjomblo adalah karena saya ingin membuktikan kepada teman-teman sekalian yang masih menjomblo sampai saat ini bahwa seorang jomblo itu bisa menjadi seorang jomblo yang memiliki kualitas tinggi dengan melakukan apa saja yang dapat membuat dirinya menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak.


Percayalah ... bahwa di dunia ini seseorang yang jomblo pasti akan menemukan pasangan hidupnya. Entah itu kapan dan dimana yang pastinya kita sebagai seorang jomblo masa kini hanya bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan memperbaiki diri ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Jangan khawatir pada diri ini yang masih jomblo, karena sesungguhnya Allah SWT telah mempersiapkan pasangan hidup yang baik untukmu di waktu yang tepat. Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zariyat ayat 49 yang artinya “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”


Jadi teman-teman sekalian yang Insya Allah dirahmati oleh Allah SWT, jangan menganggap bahwa seorang jomblo itu tidak bisa melakukan apa-apa bahkan sampai merasa diri ini hina, come on guyss...! Kalian pasti bisa melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain.


Kejarlah suatu kesuksesan itu dengan meraih segala cita-citamu, maka cinta dengan sendirinya akan datang kepadamu.


Tidak perlu merasa sedih jika diri ini lagi sendiri, Matahari dan Bulan saja juga sendiri. Tetapi mereka tahu kapan waktu mereka tetap bersinar.


Yuk jadi jomblo masa kini, Jomblo yang ingin membuktikan kepada semua orang bahwa seorang jomblo itu bisa menjadi pribadi yang memiliki kualitas tinggi dengan meraih segala tujuan hidupnya di masa depan yang cerah.


Jika seseorang itu ditakdirkan untukmu, maka sampai kapanpun dia itu tidak akan pernah menjadi milik orang lain.

Sekian artikel dari saya pada kesempatan kali ini, kurang dan lebihnya saya mohon maaf. 


Baca juga : Jadilah Jomblo Ijo Tomat 


                   Syakir Daulay Idola Remaja Sekarang



Artikel ini ditulis oleh
Muszalifah Balqis