Kisah Wanita Paling Cantik dan Pemuda Yang Kuat Imannya


syakirdaulay.com - Ada 3 orang bersaudara di Negeri Syam (sekarang Suriah, Palestina, Libanon, Yordania). Mereka adalah pasukan perang penunggang kuda yang sangat pemberani ketika dalam perang.


Pada suatu hari, mereka ditahan oleh pemerintah Roma, setelah ditahan oleh pemerintah Roma, Raja Roma berkata kepada 3 pemuda ini, "aku akan memberikan sebuah kerajaan kepada kalian, aku akan mengawinkan anak perempuanku dan kalian akan kubaptis kedalam agama nasrani" (3 pemuda ini merupakan muslim).


Namun tawaran yang sangat menggiurkan ini ternyata mereka tolak dan tidak mereka tanggapi, malah mereka berucap "Yaa Muhammad Nabiku, wahai Muhammad Nabiku, wahai Muhammad Rasul kami"


Karena ditolak permintaan Raja Roma tersebut, maka Raja memerintahkan kepada pengawalnya untuk dibawakan 3 belanga yang sangat besar, karena mereka bertiga maka disediakan 3 belanga dan Raja perintahkan agar belanga itu diisikan minyak ke dalamnya, kemudian dinyalakan api di bawah belanga tersebut selama 3 hari 3 malam.


Kemudian ketiga lelaki bersaudara ini, oleh raja Roma, dihadapkan setiap hari ke arah belanga itu, setelah 3 hari maka diperintahkan kepada 3 lelaki ini dengan berbagai siksaan dan ancaman agar mau untuk masuk ke dalam agama nasrani, bila tidak, maka mereka akan dicampakkan ke dalam belanga yang sangat panas tersebut..


Ketiga Pemuda ini tetap Kuat Imannya dan tidak mau mengikuti agama Nasrani.


Karena sangat marah, akibat tidak digubris permintaannya oleh Raja Roma beragama nasrani tsb, maka dilemparkan salah satu dari tiga saudara ini kedalam belanga yang sangat panas tersebut, yaitu yang paling tua umurnya di antara ketiganya, kemudian dilemparkan yang kedua yang tertua, dengan seketika mereka menghembuskan nafas terakhir. :'( :'(


Maka tinggallah satu orang lelaki yang paling muda diantara ketiganya, Raja memerintahkan pengawalnya untuk didekatkan lelaki ini dengan belanga itu, Raja Roma tersebut memaksanya dengan berbagai cara agar pemuda itu mau untuk dibabtis... :'( :'( :'(


Namun tetap tidak berhasil dan tetap saja lelaki itu menolaknya.


Maka datanglah satu orang Ksatria pemberani dikerajaan Roma tersebut, ia berkata kepada Rajanya "Wahai Raja, aku yang akan memberikan fitnah dan cobaan kepada pemuda itu, aku yakin ia pasti akan meninggalkan agamanya"


Kemudian Raja bertanya apa yang hendak engkau lakukan kepadanya sehingga engkau begitu yakin ia mau meninggalkan agamanya, sedangkan aku telah mengancamnya dengan cara apapun tetap tidak berhasil.


Ksatria pemberani itu menjawab "ketahuilah wahai raja, orang Arab itu paling mudah tergoda dengan yang namanya wanita, dibandingkan dengan hal yang lain untuk bisa membuat mereka tergiur, dan di negeri Roma ini tidak ada wanita yang paling cantik selain anak perempuanku.


Kisah Wanita Paling Cantik dan Pemuda Yang Kuat Imannya


Maka serahkanlah pemuda itu kepadaku, biar aku yang menyelesaikan perkara ini, ia akan kuperkenalkan dengan anakku.


Kemudian Raja Roma tersebut menyerahkan lelaki itu kepada satria tadi, dan sang Raja memberikan durasi waktu yaitu selama 40 hari kepada Ksatria ini untuk menyelesaikan masalah ini yang tidak bisa diselesaikan oleh sang Rajanya.


Setelah itu ksatria tadi menjelaskan kepada anak perempuannya akan misinya, untuk bisa menggodanya agar lelaki berkuda tadi mau menjadi pengikut agama nasrani.


Dan si wanita cantik ini menjawab baik wahai Ayah, biar aku yang akan menyelesaikan semua itu, tinggalkan aku berdua dengan pemuda itu dirumah ini. Kemudian Ksatria pemberani itu meninggalkan si wanita yang paling cantik di negeri Roma masa itu dengan lelaki berkuda tadi di dalam sebuah kamar.


(Bayangkan jika ada wanita yang paling cantik disatu negara, ditempatkan sekamar dengan lelaki jaman sekarang, tidak mungkin sanggup ia untuk tidak tergoda untuk melakukan zina).


Terus apakah yang terjadi?


Selama didalam ruangan bersama wanita tadi, lelaki itu selalu berpuasa pada siang harinya, dan pada malam hari ia melakukan shalat ,juga sibuk dengan berbagai ibadah setiap malamnya ia lakukan, akhirnya berlalulah waktu yang diberikan oleh Raja selama 40 hari.


Kemudian datanglah Ayah wanita ini (lelaki Ksatria tadi) kemudian bertanya kepada wanita ini : "Apa yang telah engkau lakukan kepada lelaki yang ada bersamamu itu?"


Maka wanita ini menjawab : Tidak ada aku melakukan apapun dengan laki-laki itu, karena ia selalu sibuk dengan Tuhannya, selalu melakukan ibadah tidak peduli terhadapku, tidak mudah aku bisa untuk menggodanya, wahai ayah." Kemudian wanita ini mengatakan : "Mungkin ia trauma karena sudah kehilangan 2 saudaranya di negeri ini."


Kemudian Ayah wanita tersebut mengatakan, :"Apakah ada solusi untuk selanjutnya, apakah yang bisa kita lakukan agar sang Raja bahagia bila kita berhasil membaptisnya. "Mintalah perpanjangan waktu kepada Raja, dan setelah itu kirimkan kami berdua itu ke negeri yang lain," jawab wanita tersebut.



Kemudian Ksatria tadi menghadap raja untuk meminta tambahan waktu. Akhirnya Raja pun menyetujui, dan lelaki tawanan Raja dan wanita paling cantik di Roma tersebut akhirnya menetap di sebuah negeri yang berbeda dari tempat sebelumnya.


Namun lagi-lagi lelaki tersebut tetap juga melakukan kebiasaannya, yaitu pada siang hari ia berpuasa dan pada malam hari ia melakukan ibadah. Hasilnya wanita ini juga belum berhasil melaksanakan misi yang diperintahkan ayahnya, padahal waktu yang diberikan raja tinggal beberapa hari lagi.


Tiba-tiba pada suatu malam, wanita ini berkata kepada lelaki muslim yang bersamanya setiap waktu : "wahai lelaki, setiap hari aku melihat engkau mensucikan Tuhanmu yang Maha Agung dan mulai sekarang aku masuk kedalam agama yang engkau imani dan aku meninggalkan agama ayahku."


Alhamdulillah wanita ini dibukakan pintu menuju Islam karena sikap lelaki tadi.


Dan wanita itu berkata, sekarang kita pikirkan bagaimana kita jalani bersama, maka lelaki itu bertanya bagaimana caranya kita lari, wanita ini menjawab aku yang mencari cara agar kita bisa melarikan diri dari Ayahku dan Raja Roma tersebut.


Kemudian wanita itu mengambil binatang yang bisa untuk ditunggangi mereka berdua, (mungkin sejenis unta ataupun kuda) dan mereka pun melarikan diri dari tempat yang disediakan oleh Ksatria tadi.


Ketika malam hari mereka berjalan dan ketika siang hari mereka bersembunyi, namun pada suatu malam ketika mereka berjalan di perjalanan, mereka mendengar ada suara kuda didepan mereka dan mereka penasaran kemudian mendekatinya, betapa terkejutnya lelaki dan wanita cantik tersebut, ternyata yang dilihat adalah dua orang saudaranya saudara lelaki yang telah meninggal tersebut hadir di depan mereka dan diantara kedua abangnya tadi ada malaikat utusan untuk mereka, maka Pemuda tersebut mengucapkan salam kepada kedua saudara kandungnya, mereka saling bertanya kondisi masing-masing.


Bertanya lelaki yang sedang bersama wanita paling cantik tersebut apa yang terjadi wahai Abangku?


Maka kedua abangnya yang telah meninggal tadi menjawab tidak ada yang terjadi selain yang engkau lihat yaitu dicelupkan kami ke dalam belanga yang sangat panas tersebut, sehingga ketika dicelupkan kami langsung berada dalam surga firdaus dan Allah WT mengutuskan kami ke sini, dihadapan engkau wahai saudaraku, supaya kami bisa menyaksikan pernikahan engkau dengan wanita ini.


Maka menikahlah lelaki dan wanita mualaf tersebut dengan disaksikan kedua abang kandungnya ttersebut, setelah itu kedua abangnya hilang dengan seketika dan kedua mempelai ini menetap di negeri Syam hidup dalam hubungan sebagai suami istri.


Semoga Allah tetapkan kita di atas kalimat syahadat dan Allah juga menjaga kita supaya tidak menjadi kufur dan munafik.


Maka pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah bila sanggup melawan cobaan-cobaan walaupun digoda dengan wanita cantik dan tahta dari kerajaan, namun tetap bisa bersabar maka itulah balasan dari Allah kepada hambaNya yang taat.


Semoga bermanfaat

ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﯛﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﮱِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ


Baca juga : Cantiknya Seorang Wanita Karena Akhlaq


                   Aku Hanyalah Wanita Akhir Zaman



Kisah ini diceritakan, didalam kitab Irsyadul Ibad.
Diceritakan kembali oleh Ukhty Rona Safreni