Jangan Mudah Berprasangka Buruk


syakirdaulay.com - Kita manusia, memang mudah sekali berkata-kata. Mudah sekali menyangka-nyangka, mudahnya menduga-duga. Mudahnya kita menganggap orang lain pendosa sedangkan kita berasa sangat mulia, suci dari khilaf, bersih dari dosa-dosa. 


Mudahnya kita mengkafirkan sesama muslim, sedangkan kita berasa muslim sejati. Mudahnya kita mengatakan "rugi shalat, rugi puasa, tapi tetap maksiat" padahal yang menentukan dan menerima segala amalan adalah Allah. Allah yang punya hak dalam menilai. 


Betapa mudahnya kita memvonis orang lain akan bertempat di neraka jahannam, sedangkan kita percaya diri akan masuk syurga. Belum tentu orang yang kita hujat itu bejat, belum tentu. Boleh jadi malah dia jauh lebih baik dari kita.


Bahkan, mudahnya kita membuka aib orang lain, masa-masa lalunya. Bahkan aib kita sendiri pun begitu bangganya kita buka-buka. Padahal, bukankah Allah telah memaafkan, mengampuni, Allah telah menutupnya, begitu pula bagi kita. 


Jangan Mudah Berprasangka Buruk


Allah Maha Menerima Taubat hamba-Nya yang benar-benar kembali pada-Nya. Jadi jangan diungkit-ungkit lagi. Yang terpenting adalah dia sekarang, bukan dia yang dulu. Siapapun berhak berubah, hijrah ke arah yang lebih baik, ke jalan yang diridhai Allah. Allah saja menerima, siapa kita tak mau menerimanya?


“Barang siapa melapangkan seorang mukmin darisatu kesusahan di dunia, maka Allah akan melapangkannya darinya satu kesusahan di akhirat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang dari satu kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah akan memudahkannya dari satu kesulitan di dunia dan di akhirat Barang siapa menutup aib seorang Muslim, maka Allah akan menutup aib nya di dunia dan di akhirat. Allah menolong hambanya selama hambanya tersebut menolong saudaranya” (HR. Muslim No. 2699).


Keangkuhan, kesombongan, keegoan kita mengalahkan akal sehat. Hingga kurang hati-hati dalam menjaga mulut, mata, telinga, dan hati ketika berbicara, melihat, mendengar, merasa, dan memikirkan segalanya, berpikir sebelum bertindak.


Bila tak ingin disakiti, jangan menyakiti. Bila tak ingin dibenci, jangan membenci. Bila tak ingin dimusuhi, jangan memusuhi. Bila tak ingin dikhianati, maka jangan mengkhianati. Bila tak ingin ada yang marah, maka jangan membuat marah. Begitu pula, bila ingin dicintai, maka mencintailah.


Mungkin kita terlanjur lupa, bahwa ridha Allah dan hidayah-Nya bersifat rahasia. Anjing yang najis saja bisa masuk syurga, pelacur yang hina sekalipun ternyata lebih dicintai Tuhan, dimasukkan pula ke Syurga hanya karena satu kebaikan, satu kebaikan saja. Tidak ada yang benar-benar kita ketahui, tidak ada sesiapun yang tau. Hanya Allah saja Yang Maha Tahu.


Berprasangka baiklah, berhusnudzanlah, dengan begitu setidaknya kita terjaga dari dosa-dosa kecil maupun besar yang dtimbulkankan karena mudahnya kita menyangka-nyangka. Ingatlah, Jangan Mudah Berprasangka Buruk







Artikel ini ditulis oleh
Rauzatul Jamal Az-Zahra