Akal Wanita Setipis Rambutnya Loh


syakirdaulay.com - Kata orang, mendidik seorang lelaki adalah mendidik seorang bapak.
Tetapi mendidik seorang wanita adalah mendidik suatu generasi. Wanita itu akal setipis rambutnya.

Laki-laki senormal apapun, setangguh apapun, sebijak apapun, pasti akan membutuhkan seorang wanita dalam hidupnya. Kehadiran seorang wanita dalam kehidupan seorang laki-laki sudah menjadi lumrah dan fitrah. Kehadiran wanita tentu dengan cara menikah dan bukan hadirnya seorang wanita karena tujuan pacaran.

Seorang laki-laki walau memiliki segalanya, tetap membutuhkan  seorang wanita. Hidup tanpa wanita pasti terasa sunyi. Tanpa wanita bagi seorang laki-laki yang dewasa pasti fikiran dan perasaannya menjadi resah.

Apa yang tidak ada dalam Syurga. Namu Nabi pun membutuhkan hadirnya seorang wanita. Nabi Adam tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah, lelaki memanggil Ibu, Istri datu Putri.  

Dijadikan wanita dari pada tulang rusuk yang bengkok, untuk diluruskan oleh lelaki. Akan tetapi jika lelaki itu sendiri tidak lurus, mana mungkin meluruskan mereka. Tak mungkin kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Yang namanya tulang rusuk adalah tulang yang lemah sehingga perlu kehati-hatian dalam menjaganya.


Akal Wanita Setipis Rambutnya Loh

Karena itu wanita perlu dididik oleh laki-laki yang menjadi suaminya sesuai dengan tuntunan dari Allah SWT. Jangan coba menjinakkan ia dengan harta, karena nantinya ia semakin liar. Janganlah hiburkan ia dengan kecantikan, karena nantinya mereka akan semakin menderita. Kenalkan mereka kepada Allah dan Nabi.

Akal wanita setipis rambutnya, maka tebalkanlah ia dengan ilmu. Hatinya serapuh kaca, maka kuatkanlah ia dengan iman. Perasaannya selembut sutera, makanya hiasilah ia dengan akhlak. Bisikkan pada telinga mereka bahwa kelembutan bukanlah kelemahan. Itu bukan diskriminasi Allah, sebaliknya disitulah kasih sayang.

Karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandung lelaki-lelaki berwajah negarawan, karyawan, jutawan, bangsawandan “wan-wan“ yang lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya pasti tidak akan terhibur dan tidak menghiburkan.

Tanpa iman, ilmu dan akhlak mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula yang membengkokkan. Itulah kenyataannya jika wanita tidak mengenal Allah. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri apa lagi mengenal lelaki

Kini bukan saja banyak bos telah kehilangan sekretaris, bahkan anakpun kehilangan ibu. Suami kehilangan istri dan bapak kehilangan puteri. Bila wanita durhaka, dunia akan huru-hara.

Bila diteliti, ditelusuri sejarahnya, lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh wanita. Dari pada wanita yang dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodoh wanita bisa menundukkan sepandai-pandai lelaki. Itulah akibatnya bila wanita tidak kenal Allah,

Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan semata-mata, tapi binalah dan pimpinlah dan jinakkan ia kepada Allah sebab Akal wanita  itu setipis rambutnya Jika lelaki mampu sebagaimana di atas, niscaya wanita akan jinaklah segala-galanya di bawah pimpinanmu.

Jangan berharap istrimu semulia Sayyidah Fatimah Az-Zahra, jika kamu tidak sehebat Saidina Ali Karamallahuwajhah.
Artikel ini ditulis oleh :
Ukhty Rona dan Rauzatul Jamal