Seorang Nenek Yang Ditelantarkan Cucunya


syakirdaulay.com - Suatu hari saya berjalan menuju jalan raya dan melihat ada seorang Nenek di pinggir jalan itu. Saya pun mendekatinya dan bertanya :

Saya : “Kenapa Nenek sendirian di sini?” 

Nenek : “Cucu Nenek suruh turun di sini. Dia bilang mau membelikan nenek minum, tapi, dari tadi dia belum juga pulang. Nenek sudah lama menunggunya di sini. Tapi dia belum juga menjemput nenek”.

Setelah lama nenek itu menunggu cucunya, cucunyapun tidak juga menjemputnya.  Saya kasihan melihat Nenek ini, dan bertanya lagi kepadanya :

Saya   : “Rumah Nenek di mana? Biar nanti saya yang mengantar Nenek pulang”.

Nenek : “Nenek tidak tahu nak”.


Akhirnya saya membawa Nenek ini pulang ke rumah. Saya merawatnya seperti Nenek sendiri. Setelah beberapa hari tinggal di rumah, saya mengajak Nenek itu pergi mencari cucunya. Hampir sejam lamanya  kami berjalan, kami pun merasa haus dan mampir ke warung untuk membeli minum. 

Secara tak sengaja Nenek itu melihat cucunya yang sedang berbelanja. Nenek itu pergi mendekati cucunya, tapi cucunya itu malah lari, menghindar dan menjauhi saat dia melihat neneknya. Neneknya pun menangis dan berkata : “Mengapa cucuku malah lari saat dia melihatku?

Saya pun sempat berpikir mengapa cucu Nenek seperti ini. Ia tidak suka dengan Neneknya sendiri? Selesai membeli minuman saya mengajak Nenek pulang ke rumah lagi. Nenek itu terus saja menangis karena kelakuan cucunya padanya. Namun Nenek itu selalu mendoakan cucunya, selalu berdoa agar bisa bertemu dengan cucunya. 

Keesokan harinya saya bergegas untuk pergi mencari cucu Nenek itu. Sudah beberapa tempat saya mencari keberadaan cucu Nenek itu, saya belum juga menemukannya. Saat saya mau jalan pulang ke rumah tiba-tiba, saya bertemu dengan cucu Nenek itu, dan saya langsung mendekatinya dan bertanya padanya :

Saya : Kenapa kamu meninggalkan Nenekmu di pinggir jalan, dan mengapa kamu menjauh dari nenekmu? 

Cucu nenek : “Aku tinggal berdua saja dengannya. Orang tuaku sudah tiada dan aku merasa direpotkan olehnya dengan usianya yang sudah sangat tua, sehingga aku harus merawatnya. Aku juga sibuk harus mencari makan untuk biaya hidup, bukan hanya dia saja yang harus aku urus, makanya aku meninggalkannya di pinggir jalan karena aku berpikir kalau aku meninggalkannya di pinggir jalan, akan ada orang yang mau mengambil dan merawatnya”.
Saya : Ya, Benar Nenekmu bertemu denagn orang mau mengambil dan merawatnya. Yaitu aku. Apakah kamu tidak mau mengambil Nenekmu kembali?”

Cucu nenek : “Aku tidak mau, kamu saja yang mengambil dan merawatnya” ucapnya lalu pergi meninggalkan saya. 

Saya segera pulang ke rumah dan mengatakan kepada Nenek kalau saya sudah bertemu dengan cucunya. Nenek itupun saaangat senang. Nenekpun bertanya pada saya :

Nenek : “Apakah kamu menyuruhnya untuk menjemput Nenek?”

Saya    : “Ya Nek. Saya sudah katakan padanya untuk menjemput Nenek di rumahku. Dan dia bilang nanti kalau dia sudah sempat dia akan menjemput Nenek pulang”

Saya terpaksa bohong karena tak mau menyakiti hatinya. Setelah itu saya menyuruh Nenek tidur. Pagi harinya saya dan Nenek pergi ke pasar untuk berbelanja. Sesampai di pasar, kami melihat ada sekerumunan orang di pinggir jalan di mana Nenek itu ditinggalkan oleh cucunya. Kami mencoba mendekat karena ingin tahu ada apa. Ternyata di situ ada cucu Nenek yang sedang mengalami kecelakaan. Nenekpun terkejut melihat keadaan cucnya yang terluka parah. Saya dan Nenek membawanya ke rumah sakit dan cucu Nenek koma akibat kecelakaan.

Setelah beberapa hari dirawat, cucu Nenek itupun sadar dari komanya dan cucu Nenek itupun menangis begitu melihat ada Nenek di sampingnya sambil bertanya terisak-isak :

Cucu Nenek : “Mengapa Nenek masih peduli denganku?”

Nenek : “Bagaimanapun kamu itu cucu Nenek.  Nenek tidak membiarkanmu di saat sedang mengalami kesusahan”. 

Cucu Nenek itupun memeluk Neneknya dan meminta maaf padanya. Setelah cucu Nenek itu sembuh, merekapun kembali ke rumahnya. Yang dulunya cucu Nenek itu saaangat memebenci neneknya, sekarang dia sangat sayang dengan Neneknya, dan merawat Neneknya dengan peeenuh kasih sayang. Saya pun merasa bahagia karena telah menyatukan mereka kembali.

Artikel ini ditulis oleh :
@delfi5829