Hati-hati Ucapan Itu Doa


syakirdaulay.com - Bismillah, setiap menjelang pergantian tahun baru. Pastinya kita tidak akan lupa untuk melihat tanggal merah/hari libur di kalender. Khususnya di pergantian tahun baru 2020 ini, dalam pergantian dari tahun ke tahun tentunya kita selalu penasaran akan “kapan sih jatuhnya tanggal merah itu"?  Ingin sekali rasanya mencari dimana bulan yang banyak tanggal merahnya atau yang biasa kita sebut sebagai “Hari Libur”. 

Entah itu di bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, maupun di bulan lainnya. Karena sejatinya kita sebagai seorang pelajar ingin sekali merasakan ketenangan maupun kebebasan dari urusan dunia sekolah/perkuliahan. Rasa-rasanya hari libur bisa menghilangkan beban fikiran akan tugas sekolah/kuliah yang menumpuk, lelah dengan jam mata pelajaran/kuliah yang terlalu banyak dalam sehari sehingga berkeinginan lekas untuk pulang kerumah, dan lain sebagainya. 

Dari keluhan-keluhan tersebut keluarlah perkataan ini “Coba ya seandainya saja di tahun 2020 ini banyak tanggal merahnya”. Lalu tak berapa lama kemudian, Allah SWT mengabulkannya. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Hati-hati Setiap Ucapan Itu Doa


Di zaman milenial ini, kita ingin sekali ada suatu kebijakan “supaya kita belajar di rumah saja secara online”, “materi maupun tugas diberikan melalui online saja”, “tidak perlu repot-repot untuk mengambil rapot ke sekolah, cukup melalui Go-Send saja”. Lalu setelah hal itu terjadi, Allah SWT mengabulkan keinginannya tersebut saat ini sesuai dengan apa yang telah diinginkan. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Demikian juga dengan kemacetan di jalan raya maupun di jalan tol. Kadang kita ada suatu kepentingan yang mendadak sehingga mengharuskan kita untuk segera sampai ke tempat tujuan. Seperti ada meeting, pergi ke kampus karena ada rapat mendadak dan lain sebagainya. Lalu tiba-tiba kita mengeluh nih dan berkata “Bagaimana sih caranya untuk bisa mengurangi kemacetan ini?”. Tidak lama kemudian, Allah SWT memberikan solusinya saat ini juga sesuai dengan apa yang kita inginkan. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?”

Kadang kita juga mengeluh “Bahwa kita bekerja itu tidak ada habisnya. Mau berkumpul dengan keluarga saja susah sekali seperti tidak ada waktu luang lagi. Pergi kerja pagi-pagi saja, anak masih tidur. Dan pulang kerja pada malam hari pun, anak juga sudah tidur. Paling pada saat ada waktu libur saja bisa berkumpul bersama Keluarga di rumah”. Lalu saat ini, Allah SWT telah memberikan kita banyak kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu setiap hari bersama keluarga dirumah. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?”

Nahh untuk itu teman-teman sekalian, artikel ini telah mengajarkan kepada kita bahwa jagalah setiap lisan maupun setiap ucapan yang akan kita tuturkan nantinya. Karena setiap ucapan itu merupakan suatu doa kepada Allah SWT. Jangan sampai karena ucapan yang tidak baik ini keluar dari mulut kita, akan berdampak buruk pada diri sendiri dan juga untuk orang lain.

Seperti halnya dalam sebuah pepatah mengatakan “Mulutmu Harimaumu” yang dimana memiliki arti bahwa kita sebagai seorang umat Muslim dan Muslimah agar berhati-hati dalam menjaga lisan maupun perkataan. Karena apapun yang akan keluar dari mulut kita ini bisa jadi akan berdampak baik dan bisa juga akan berdampak buruk.

Teman-teman sekalian yang Insya Allah dirahmati oleh Allah SWT, semoga artikel ini bisa menjadi motivasi sekaligus menjadi suatu pembelajaran untuk kita dalam kehidupan sehari-hari. Mulai saat ini marilah kita sama-sama memperbaiki dan menjaga lisan kita untuk tidak salah dalam berucap. Karena dampaknya tidak hanya kita yang akan merasakan nya tetapi orang lain juga dapat merasakan dampaknya.

Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui …
Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang …
Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

“Be Careful With What You Wish For”
Hati-hati dengan apa yang Anda inginkan.

Kurang dan lebihnya saya mohon maaf. 

Penulis
Muszalifah Balqis