Jomblo Yang Taat Jomblo Yang Menang

syakirdaulay.com - Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Baik langsung saya mulai saja ya tentang materi kita kali ini yang berjudul "Jomblo Yang Taat Jomblo Yang Menang”  

Jomblo Yang Taat Jomblo Yang Menang


Berbahagialah para jomblo semua yang berpegang teguh ingin mengejar keridhaan dari Allah SWT. Jadilah jomblo yang menang. Jomblo yang taat adalah jomblo yang mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang Allah. 

Jomblo yang seperti ini sulit didapatkan namun beruntung yang memilikinya. Karena apa? Dirinya memilih jomblo itu karena prinsip. Prinsip lebih baik memilih sendiri untuk sementara dari pada berdua tapi dalam kemaksiatan.

Untuk menjadi jomblo yang taat kita harus berjuang. Berjuang melawan hawa nafsu, berjuang untuk tidak lalai dari taat kepada Allah, berjuang menasihati teman kita yang salah yang melakukan pacaran dengan kemaksiatan. Tidak usah sedih dan galau tak punya pacar dan tetap semangat mempertahankan kejombloan kita.  Sesungguhnya kita jomblo yang terhormat ini sangat berharga, karena tidak sembarang orang bisa memiliki kita. Kita adalah jomblo yang menang dihadapan Allah.

"Hai jodohku! Yang masih dalam genggaman Allah SWT. Aku sedang berupaya memperbaiki diri menjadi orang yang taat kepada Allah, yang siap menerimamu dengan cara yang diridhai Allah.  Sungguh disaat nanti aku sudah bersamamu, aku sangat berterima kasih sekali serta bersyukur karena kamu dulu juga melakukan hal yang sama yaitu saling memantaskan diri.

Jadi sahabatku sekalian banggalah kalian menjadi seorang yang jomblo karena prinsip karena itu akan membuat kalian terhormat. Dengan prinsip ini kalian tidak terjerumus kedalam kemaksiatan, tidak membuat diri kalian tersesat dan lupa kepada Allah sehingga Allah SWT murka kepada kalian. 

Sebagai sesama umat memang sudah menjadi sebuah kewajiban untuk saling mengingatkan yang salah, menyarankan hal yang baik untuk diikuti dan yang buruk ditinggalkan serta saling menebarkan kebaikan untuk sesama. Saya tidak mengusik kalian dan tidak memaksa kalian untuk menjadi jomblo yang taat. Mau menjadi jomblo seperti apa, itu semua hak kalian. 

Saya ingin sedikit mengutarakan apa yang pernah atau sedang saya rasakan ketika melihat dua insan yang sedang kasmaran atau dengan kata lain pacaran. Saya tidak pernah merasa iri kepada kemesraan yang kalian tampakkan . Saya malah sangat sedih sekali melihatnya sebab syaitan sedang bersamai kalian.

Saya memang seorang jomblo akan tetapi dalam diriku ini insya Allah mempunyai prinsip serta tekad untuk tidak "berpacaran" melainkan dengan “ta'arufan” lalu kemudian saling menghalalkan. Saya memang seorang jomblo akan tetapi saya tidak pernah merasakan kesepian karena selalu ada Allah SWT dan Rasulullah SAW yang selalu menemaiku. Dan justru saya punya banyak teman yang selalu menemaniku untuk berbuat kebaikan.

Allah berfirman: "Dan jangan dekati Zina. Zina itu paling keji dan jalan yang paling buruk” (Surah Al Isra ayat 32)

Saya tahu, sungguh tak mudah menyadarkan orang yang sedang pacaran dengan mengatakan Allah SWT tidak menyukai perbuatannya. Tetapi saya percaya bahwa hati nurani kalian pasti sudah sering meronta dan berkata untuk menyudahi semua perbuatan itu yang sudah jelas jelas perbuatan itu dilarang oleh Allah SWT. Namun, jika masih saja kalian merasa ini adalah sebuah hal yang biasa saja bahkan beranggapan adalah suatu perbuatan yang benar, menurut saya sungguh itulah kesesatan yang nyata.

Wahai teman-temanku sekalian, pacaran bukanlah hal yang benar. Jangan kamu jadikan pacaran itu sebagai pembenaran demi mengumbar hawa nafsumu. Pacaran sudah dikategorikan perbuatan yang diharamkan. Berpacaran hanya membuat hati menjadi sakit pada saat putus cinta. 

Kita semua boleh boleh saja jatuh cinta. Jatuh cinta itu adalah hal yang wajar. Kita ini manusia normal yang pastinya semua ingin mempunyai atau saling mendambakan pasangan untuk menjadikan kekasih dalam hidupnya. Akan tetapi jangan karena cinta kalian terjatuh kedalam kemaksiatan. Jangan karena jatuh cinta kalian menjatuhkan martabat serta penghormatan diri kalian.

Memangnya kalian tidak kasihan kepada kedua orang tua kita termasuk ayah kita apa yang akan terjadi bila kita melakukan pacaran yang diiringi dengan kemaksiatan. Kalian tau? Bukan hanya kalian saja yang membuat Allah SWT murka, akan tetapi kedua orang tua kita, terutama ayah kita kelak yang akan menanggung semua perbuatan anaknya di akhiratnya kelak. Apa kalian tidak sadar dengan hal itu? Ayolah temanku, kita sayang kepada orang tua kita, kita tidak mau kedua orang tua kita diakhirat kelak disiksa karena perbuatan kita.

Padahal untuk bisa meraih cinta yang suci itu, bisa dilakukan dengan cara yang Allah SWT ridhai. Kita bisa melakukannya dengan cara menghalalkanya atau menikahinya. Karena dengan pernikahan yang diiringi ijab qabul itulah adanya kepastian yang jelas. Pernikahan yang suci akan saling menjaga karena mereka tidak hanya ingin bersama didunia melaikan ingin menjadi menjadi kekasihya di akhirat/disyurganya . Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Cukup sekian dari saya lebih dan kurangnya saya meminta maaf bila dalam penulisan ini ada kata kata yang kurang berkenan di hati teman sekalian. Saya hanyalah manusia biasa yang pastinya tidak luput dari dosa/kekhilafan. 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Artikel ini ditulis oleh :