Ikhwan dan Akhwat Yang Saling Menyayangi dari Kejauhan.


syakirdaulay.com - Di kala itu Ikhwan ini Masya Allah sangat nakalnya dan tiba tiba dia bertemu seorang anak perempuan. Mereka saling berkenalan dan saling memberikan nomor HP. Akhwat ini pertama kali dia chat itu tentang kehidupan remaja masa kini dan perihal orang tua (Uminya si Ikhwat).

Sang akhwat itu cerita panjang lebar tentang kehidupan remaja yang salah arah dalam berkomunikasi dengan sang ikhwat dan juga tentang keadaan keluarganya. Mereka komunikasi hanya sekali dan seminggu pada waktu yang ditentukan dan waktunya hanya 10 menit dan mereka jarang sekali bertemu. Dan akhirnya merekapun akrab dan sudah tahu keadaan masing-masing sehingga Sang ikhwan itu menyatakan keinginannya akan melamar akhwat tersebut.

Menurutnya si Ikhwan, akhwat itu Masya Allah sholehahnya. Saat berkunjung ke rumah dia sering dalam keadaan sedang melantunkan ayat suci Alquran dengan suaranya yang merdu. Saat ikhwan datang 2 bulan sekali, bundanya menyapanya dan mempersilakan duduk di ruang tamu yang terang benderang dan berhadapan dengan ruang keluarga. Mereka ngobrol santai dan saling berbagi pendapat serta menanyakan kegiatan satu sama lainnya.

Ikhwan dan Akhwat Yang Saling Menyayangi dari Kejauhan.

Waktu terus berlalu akhirnya si Ikhwan minta pada si Akhwat nomor hp Uminya. Setelah mendapatkan nomer HP Uminya, si Ikhwat pun curhat pada Uminya dan menyatakan keinginan yang sungguh-sungguh ingin bertunangan dengan anaknya dan akhirnya pertunangan itupun terjadi.

Akhwat dan Ikhwan itu memiliki satu visi dan misi yg sama. Mereka jauh tapi dekat. Hari berganti bulan dan beberapa bulan kemudian, tiba-tiba si Akhwat bilang begini ke si Ikhwan:

Akhwat   : "Kenapa kamu suka saya?".

Ikhwan   : "Aku suka karena kamu Akhwat sholehah”.

Akhwat   : "Apa yg kamu suka dari saya?” lanjut Akhwat.

Ikhwan   : "Kamu wanita sholehah. Semua ciri wanita sholehah ada padamu”.

Dua bulan kemudian tiba-tiba si Akhwat bilang begini ke si Ikhwan:

 Akhwat   : "Aku ini wanita lemah dan sakit-sakitan.

Ikhwan   : "Aku kuat, aku sanggup bekerja dan membiayaimu jika kamu sakit

Ikhwan   : "Saya menyukai seluruhnya dari kamu meskipun kamu sakit, menurut orang kamu biasa aja tapi menurut Allah kamu orang terhebat"".

Akhwat  : "Aamiin. Bantulah aku mendapatkan suami yang sholeh juga ".

Ikhwan   : "Bismillahirrahmanirrahim kita saling berdoa dan ikhtiar"

Tidak seperti biasanya Hp Akhwat tak aktif selama hampir 2 bulan, sehingga timbul tanda tanya dari Ikhwan dan akhirnya timbul penasaran dan rasa ingin tahu, maka berkunjunglah Ikhwan  ke rumahnya dan sesampai di rumahnya, ia dipersilakan Uminya untuk melihat Akhwat yang sedang sakit.

Akhwat : "Aku menjengukmu karena Umimu memberitahukan kamu sedang sakit” katanya setelah berada di sisi tempat tidurnya di ruang keluarga

Akhwat   : "Terima kasih telah datang menjengukku. Apakah sekarang kamu masih suka padaku yang sedang terbaring lemah ini?’ tanyanya sambil melihatku dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

Ikhwan   : “Insya Allah” jawabnya dengan nada yg sangat tidak sepatutnya di denger olehnya

Akhwat   : “Kamu enggak boleh kembali menjadi orang nakal ya" pinta Akhwat .

Setelah berkata begitu dia minta Ikhwan untuk memanggil Uminya. Uminya pun datang dan memegang tangan anaknya sambil berkata :

Akhwat  : “Umi, saya mau pergi” dengan suaranya yang terbata-bata .

Ikhwan  : “Maafkan segala kesalahanku” saat ia menolehku. Dia mengganguk pelan sekali.

Setelah itu mulutnya seperti sedang mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah dan ia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ikhwan yang semula datang ke rumah ingin mengetahui kabar Akhwat, malah sekarang terduduk lemas dihadapan jenazah Akhwat dan ia berjanji tak akan menjadi orang nakal lagi dan ikhlas akan kepergiannya. Itulah kisah Ikhwan dan Akhwat yang sholeh yang saling menyayangi dari kejauhan.

Baca juga : Kita Terbawa Perasaan? Boleh Nggak Ya?

                   Pentingnya Bershalawat Menurut Syakir Daulay

Artikel ini ditulis oleh :
@sahernasyaputri