Kita Terbawa Perasaan? Boleh Nggak Ya?


syakirdaulay.com - Kita Terbawa Perasaan? Boleh Nggak Ya? Ini jawaban dari Presiden Republik Ijo Tomat, Syakir Daulay.

Sebelum mulai kita pantun dulu "Ke kantor hukum menggunakan sepatu. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh".

Halo teman-teman, apa kabar hari ini? Semoga kabar dari teman - teman sekalian sehat selalu dalam lindungan Allah SWT ya. “Jangan jadi seperti dia yang enggak beri kabar lalu menghilang begitu saja tanpa kepastian”. hahaha bisa aja lu Maimunah.

Pasti dari kata-kata itu, kalian langsung ingat sama Kripik Baper kan? Iya! Kripik yang pas banget untuk nemenin perasaan kamu yang lagi galau! Kripik Baper itu sengaja Syakir buat khusus untuk menyelamatkan jiwa-jiwa muda yang lagi terombang-ambing kayak jiwa kalian!

Sebelum saya membahas permasalahan anak muda zaman sekarang, saya mau bertanya lagi ni sama teman-teman sekalian “Apa kabar orang-orang kuat? Kuat diajak jalan bareng terus, tapi ujung-ujungnya enggak diajak hidup bareng. ”Ehmmn … siapa yang nasibnya kayak di atas? Tersesat dalam labirin cinta. 

Dalam pembahasan artikel saya ini, saya akan share cerita realita cinta zaman now kepada teman-teman sekalian. Semoga isi artikel dari saya ini bisa bermanfaat sekaligus memberikan inspirasi kepada teman-teman edalam menyikapinya di kehidupan sehari-hari. Okee kalau begitu mari kita simak kisah dibawah ini.

Bismillah, bicara tentang perasaan biasanya nggak akan jauh berbeda dari kata baper (terbawa perasaan). Tapi, sebenarnya baper itu diperbolehkan enggak sih? 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya akan bercerita kepada teman-teman tentang kisah pengalaman salah seorang teman perempuan saya yang sedang dilanda kegalauan karena cinta. Awal cerita dia curhat dengan saya untuk meringankan beban pikirannya. “Saya kenal seseorang dan saya tidak tahu kenapa saya selalu teringat dia. Soalnya dia perhatian lebih dengan saya dan saya tak bisa melupakannya, lalu bagaimana ini?” mengakhiri curhatnya. Haadeehh...saya berkata dalam hati “perhatian lebih aja selalu diingat, apalagi kalau janji manis yang hanya diucapkan tapi tidak dilaksanakan” :) 

Sebelum saya mempunyai dan membaca “Buku Ijo Tomat” dari Syakir Daulay, saya sempat bertanya-tanya :

1. SALAHKAH KITA JATUH CINTA?
2. SALAH KAH KITA MERASA BAPER?
3. SALAHKAH RASA CINTA ITU DATANG?
4. LALU APAKAH CINTA ITU SALAH?
5. NAMUN MENGAPA RASA CINTA ITU DATANG BERAWAL DARI KATA “BAPER”?
6. DAN BAGAIMANAKAH KITA MENGENDALIKAN RASA “BAPER” INI AGAR TIDAK TERJERAT DALAM HAWA NAFSU SEMATA DARI KATA “CINTA”?

Lalu pertanyaan-pertanyaan saya yang ada diatas telah terjawab oleh seorang Presiden Republik Ijo Tomat (Syakir Daulay) dalam bukunya yang berjudul “Ijo Tomat (Ikatan Jomblo Terhormat)” di dalam isi buku tersebut dijelaskan bahwa sebenarnya, baper itu boleh. Tentu saja boleh. 

Bahkan Rasulullah SAW pun ternyata orang yang mudah terbawa perasaan. Tapi... ada tapinya ini, bapernya Rasulullah bukan karena urusan percintaan versi kayak kita. Beliau gampang baper, galau, gelisah, dan enggak enak hati kalau bikin kesalahan sama Allah SWT. Rasulullah langsung sadar kalau bikin salah, kepikiran terus dan merasa enggak tenang karena akibat perbuatannya beliau jadi merasa jauh dengan Allah.

Lalu bapernya kita bagaimana? Baper itu tetap boleh karena kita sebagai manusia punya hati dan perasaan. Tinggal kita atur nih, mau baper sama hal-hal yang seperti apa. Jangan sampai malah baper karena hal-hal yang justru merusak keimanan dan ujung-ujungnya menyakiti hati kita sendiri, misalnya karena putus cinta atau digantung sama pasangan tiba-tiba iris-iris tangan lalu minum baygon. Itu akan nambah dosa di akhirat :) 

Rasa cinta itu enggak pernah salah. Yang salah adalah karena cinta kita bermaksiat. Karena sejatinya cinta itu “Halal dan Menghalalkan”. Bukan menghalalkan segala cara dengan mengatasnamakan cinta. Dan “Mencintai itu boleh. Tapi, sewajarnya”. Jangan sampai kita terlarut dalam cinta, sehingga lupa dengan Sang Pemilik Cinta.

Balik lagi dalam permasalahan cinta. Cinta sejati itu akan membawa kita ke jalan Allah SWT. Islam memandang cinta sebagai sesuatu yang agung. Islam enggak sama sekali menghalangi kita untuk merasakan cinta atau saling mencintai. Islam hadir justru untuk mengatur agar kita dapat merasakan sebaik-baiknya cinta.

Buktinya? Islam menganjurkan kita untuk menikah, bukan pacaran. Islam enggak mau kita dipermainkan terlebih dahulu oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan cinta, tapi yang sebenarnya adalah nafsu. 

Wujud cinta akan selalu Allah berikan dalam bentuk apapun kepada kita. Dan ketika cinta itu datang, kitalah yang harus menjadi tuan dari cinta itu sendiri. Jangan biarkan cinta yang mempertuan diri kita. Jangan biarkan cinta berubah jadi nafsu dan menjerumuskan ke arah yang enggak baik. Kita harus punya kendali penuh terhadap setiap cinta yang datang. Arahkan pada kebaikan dan hal-hal yang halal.

“Cinta yang baik bukan dicari, tapi saling menemukan dan saling memantaskan diri kepadaNya” 
#IjoTomatStory #IjoTomatHighQuality



Nah, di dalam salah satu konten Youtube Syakir Daulay yaitu “Mikir 12 - Boleh Baper Ga Sih ?” di dalam video Mikir Syakir tersebut dijelaskan juga bahwa Baper itu boleh, asalkan kita itu Baper yang Positif bukan Baper yang Negatif. Lalu baper yang positif itu bagaimana sih? Baper yang positif itu misalnya “ketika kita melakukan suatu perbuatan dosa, kita merasa baper dan galau. Lalu melihat saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina merasa baper, terlambat bangun untuk shalat subuh baper, dan baper ketika melihat teman kita belum baik, kita ajak dia untuk menjadi yang lebih baik. 

Ini semua adalah baper yang sangat-sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Jadi teman-teman sekalian, baper itu boleh. Karena baper tandanya kita masih punya perasaan, tapi jadikan perasaan itu justru semakin membuat kita menjadi lebih baik. Bukan perasaan yang justru merusak diri kita dan hanya menyakiti hati kita, tapi jadikan baper kalian itu, bapernya untuk Allah SWT. Sehingga baper itu membawa keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Dan dari sekian penjelasan Syakir Daulay yang saya simpulkan dari Buku Ijo Tomat dan salah satu konten Youtubenya tentang Mikir, Alhamdulillah permasalahan dalam kegalauan cinta dari kisah teman saya ini sudah bisa teratasi dengan baik dan dia telah memahami bagaimana sih baper yang baik itu sehingga dapat menimbulkan rasa cinta yang tidak membawa hawa nafsu bagi dirinya. Mungkin saya disini hanya sebagai perantara kepada teman saya untuk memberikan dia nasehat untuk menjadi pribadi yang lebih baik agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Selebihnya saya serahkan dan kembalikan semuanya kepada Allah SWT.

“Cinta adalah ketika Rasulullah mengingat umatnya sebelum wafatnya dan Beliau berkata “Ummatku ... Ummatku ... Ummatku”. 

Semoga kisah pengalaman dari seorang teman saya ini bisa dijadikan pembelajaran untuk kaum hawa sekalian khususnya para pejuang “Ijo Istiqlal” (Ikatan Jomblo Istiqomah Sampai Halal). Semoga kedepannya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berbuat maksiat. Sebelum saya akhiri ini saya mau berkata “Jangan Mau di Baperin, kalau Enggak di Halalin” 

Sebaik-baik baper adalah bapernya kita kepada Allah SWT dan kepada Rasulullah SAW serta baper kepada Al-Qur’an.

Sebelum mengakhiri tulisan ini pantun dulu aaah “Ambil cucian di rumah Desi, cukup sekian terima kasih” 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh".


Minggu, 08 Maret 2020

Artikel ini ditulis oleh :
@balqis573
Muszalifah Balqis