Hidup Adalah Pilihan Dalam Islam

syakirdaulay.com - Seorang suami merasa bahwa karirnya sebagai seorang pegawai perusahaan swasta berada di ujung tanduk. Proposal yang ia kirimkan tak sesuai yang diminta oleh clientya dan bos marah kepadanya. 




Bila clientnya membatalkan proyek miliaran akibat kesalahannya maka bosnya telah mewanti akan sanksi pemecatan yang akan ia terima.


Saat ini ia rindu rumah dan kehangatan istri dan anaknya. Bergegas ia pulang ke rumah berharap mendapat ketenangan.



Semua harapannya pupus ketika hal pertama yang ia temui di rumah adalah rentetan keluhan istri tentang kenakalan buah hatinya, rumah berantakan dengan susunan perabotan tak tentu arah serta tak satu pun makanan terhidang di meja makan.

Ia ingin marah, tapi istrinya terlebih dahulu menghujaninya dengan tangisan cengeng, ia mengeluhkan tentang kesusahannya merawat si bungsu yang rewel karena demam dan kenakalan si sulung yang tak pernah bisa diam.


Ia ingin membentak Sang istri, memakinya dengan sebutan istri tak becus dan tak tahu diri. Ia pun ingin meluapkan kekesalannya pada anak-anak yang menurutnya tak membawa kedamaian. Ia ingin ketenangan namun justru kekesalan yang ia temukan. Ia merasa rumah bukan lagi tempat untuk pulang.


Perlahan ia menarik napas, beristigfar dan menyimpan semua amarahnya.


Ia memeluk sang istri dan berkali mengucapkan kata cinta dan sabar pada wanita yang telah lima tahun ia nikahi.


Malam itu, dengan dompet yang hanya tersisa satu lembar uang berwarna merah ia mengajak keluarganya makan bakso di luar.


Tak jadi amarah itu ia luapkan, ia memilih untuk mendinginkan rasa panas yang meluap dan berdamai dengan keadaan.


Istrinya senang dan anak-anaknya pun riang. Dalam perjalanan pulang istrinya tak henti bersenandung riang dan kedua buah hatinya berceloteh riang. Hatinya lebih lapang apalagi ketika sang istri mengecup keningnya berkali sebelum tidur dan berdoa demi kebaikannya.


Ia tak tahu hari esok, setidaknya malam itu ia telah menyenangkan orang yang ia sayangi.


Tidurnya pun kurang nyenyak karena teringat akan dimarah bosnya besok pagi. Tepat pukul 7.00 pagi ada panggilan masuk dari bosnya seperti yang ia duga. 


Bayangan pemecatan bukan lagi hal yang ia takutkan, ia lebih legowo kini.


"Rudi, ke kantor sekarang. Gila, client kita kali ini bener-bener buat orang jantungan. Kemaren dia bilang proposal yang kamu buat gak sesuai konsep eh subuh tadi dia kontak aku and bilang kalau proposalmu itu brilian. Dia deal mau tanda tangan kontrak pagi ini. Miliaran tau gak!" Bosnya menjelaskan dengan berapi-api.
"Ini beneran, Bos?" Ia bertanya tak percaya.


"Emang aku kelihatan bohong? Saya akan transfer bonus untukmu lima puluh juta setelah tanda tanda tangan biar kamu kamu yakin, hahaha, kata bosnya mengakhiri pembicaraan. 



Hidup adalah sebuah pilihan apakah kita akan memilih memperdalam lubang masalah atau menyelesaikannya. 



Bisa saja pada cerita di atas si suami memilih memarahi istrinya dan melampiaskan masalah di kantornya pada sang istri dan anak. Tapi ia memilih untuk tak menambah ranting persoalan hidup. Hidup adalah pilihan dalam Islam


Di dunia ini tak ada hal yang tak mungkin, dengan mudah Allah dapat membolak balikkan keadaan kita. 



Kita tak pernah tahu doa tulus mana yang mengantarkan kita pada kesuksesan atau rintihan duka siapa yang menyeret hidup kita pada jurang kesengsaraan.



Bila hidupmu terasa berat di tempat kerja maka buatlah ringan di tengah keluargamu.



Jika terasa berat melalui jalan hidupmu maka cari jalan lain yang lebih ringan. Hidup adalah pilihan dalam Islam.




Allah tahu bahkan sangat tahu kapasitas kita sebagai mahluknya. Setiap masalah selalu ada penyelesaiannya dan tak pernah ada jalan buntu bagi orang yang beriman. 




Hari ini, bila di tempat kerja kau merasa berat, tertekan maka ketika pulang belilah es krim dan martabak manis untuk istri dan anakmu, InsyaAllah senyum mereka akan meringankan harimu.



Jika kamu tadi malam bertengkar dengan istrimu, coba siang nanti ajak makan office boy atau satpan makan siang bersama. Kamu akan melihat senyum ceria mereka pada setiap suapannya. 



Bila keuanganmu terasa mencekik dengan rentetan tagihan dan hutang, jangan panik. Selesaikan apa yang bisa kau selelsaikan, bekerjalah lebih giat lagi, berdoalah lebih sering dan bersedekahlah walau engkaupun kekurangan. Buktikan bahwa kamu setiap hari bersyukur kepada Allah




Bila manusia saja tersentuh dengan kebaikanmu lalu bisa kau bayangkan karunia Allah yang maha baik yang akan datang padamu.




Masalah datang ketika kita hidup dan akan terus datang sejalan dengan detak jantung tapi yang membedakannya adalah cara manusia menyelesaikannya. Itulah pilihan kitaHidup adalah pilihan dalam Islam



Baarakallaahu fiikum






Artikel ini ditulis oleh:

Rona Safreni