Tiga Cara Mengatasi Pertengkaran dalam Rumah Tangga


syakirdaulay.com - Mungkin ada yang menikah hanya karena ingin melarikan diri dari pertanyaan kapan nikah? Atau malah ingin mengakhiri masa lajang hanya karena ingin ikutan trend pajang foto bersama pasangan di Instagram, saran saya lebih baik segera perbaiki niat dulu deh. Jika ada yang bercita-cita menikah hanya untuk mendapatkan ketentraman dan kenyamanan saja, maka hal tersebut tentu suatu keinginan yang keliru. Karena setiap pernikahan memiliki problematikanya masing-masing. Tidak ada pasangan yang benar-benar sempurna, setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.


Bagaimana mungkin sepasang suami istri memiliki sifat dan keinginan yang sama jika dalam intonasi berbicara saja, sudah sangat berbeda. Bahkah salah meletakkan handuk basah saja bisa menjadi pemantik pertengkaran suami istri. Hanya saja, setiap keluarga dapat berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan pernikahan yang sakinah mawaddah wa rahmah dengan cara yang telah diajarkan dalam Islam. Sehingga dapat meminimalisir setiap perselisihan yang disebabkan oleh perbedaan pandangan maupun sikap.


Melalui sebuah hadist, ribuan tahun yang lalu Rasulullah pernah bersabda bahwa “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, apabila menyaksikan sesuatu hendaklah dia berbicara dengan baik atau diam, dan perlakukanlah istri-istri kalian dengan cara terbaik. Sungguh, kaum wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Jika kamu tergesa-gesa dalam meluruskannya kamu akan mematahkannya. Akan tetapi, jika kamu membiarkannya, dia akan tetap bengkok. Berwasiatlah (kebaikan) kepada kaum perempuan”. (HR.Muslim)


Dalam hadist tersebut baginda tercinta berpesan dan sudah mewanti-wanti para suami untuk lebih bersabar menghadapi istri-istri mereka. Untuk itu setidaknya ada tiga cara mengatasi yang perlu diketahui dan dapat dilakukan oleh pasangan suami istri, khususnya oleh para pasangan muda yang usia pernikahannya bahkan belum seumuran balita, ketika mengalami pertengkaran dalam rumah tangganya.



1. Memperkecil volume pertengkaran dengan cara diam dan introspeksi diri

Cara yang dapat dilakukan ketika hendak memadamkan sebuah pertengkaran yang terjadi yaitu :

Yang pertama adalah dengan cara diam, diam dalam arti tidak bersahut-sahutan pendapat antara suami dan istri yang dapat menjadi pemicu melebarnya permasalahan kemana-mana. Bahkan bisa jadi hal sepele yang sebelumnya tidak menjadi masalah malah ikut-ikutan dibahas.

Yang kedua adalah menyadari bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan diri kita juga bukanlah manusia sempuna yang tak luput dari dosa.

Yang ketiga adalah mengungkapkan perasaan cinta dan memandang pasangan dengan kasih sayang. Mengingat setiap kebaikan yang pernah dilakukan pasangan, sehingga perasaan cinta tidak berubah menjadi amarah yang meledak-ledak. Ingat saja, setan sangat senang menyaksikan pertengkaran suami istri, jadi jangan biarkan mereka bertepuk tangan.


2. Menjaga permasalahan keluarga agar tidak tersebar ke publik

Sedangkan cara lain yang juga dapat dipraktekkan adalah dengan dengan cara keluar lebih dahulu dari ruangan di mana pertengkaran itu terjadi. Dalam hal ini, tidak disarankan jika istri yang keluar dari rumah, karena dikhawatirkan malah memperkeruh suasana karena malah membuat permasalahan rumah tangga justru tersebar dan dapat dikonsumsi oleh khalayak ramai. Mengingat kaum hawa biasanya lebih mengedepankan perasaan daripada logika mereka.


Setiap pasangan juga harus menahan diri untuk tidak menebar permasalahnnya di media sosial, yang dapat memancing para netizen untuk berkomentar. Hal tersebut justru semakin memperpanjang proses penyelesaian. Berusahalah agar segala permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga hanya menjadi rahasia diantara suami istri saja. Bahkan keluarga terdekat sekalipun tidak dianjurkan untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga seseorang.


3. Memaafkan dan melupakan kesalahan pasangan serta berkomitmen untuk tidak Mengulangi

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, jangan membiarkan permasalahan berlarut-larut dengan cara mendiamkan tanpa mencari solusi. Karena hal ini justru bisa menjadi bom waktu yang ledakannya akan semakin luas dan besar. Forgive dan forget adalah hal yang harus ada dalam setiap rumah tangga.

Seorang istri harus berinisiatif untuk meminta maaf dan menenangkan hati sang suami sebagaimana yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist yang dinukilkan oleh An Nasa’i, “Maukah kalian ku beritahu tentang siapa istri-istri kalian yang termasuk penghuni surga? Istri yang menjadi penghuni surga adalah yang besar kasih sayangnya, subur (banyak anak), mudah minta maaf kepada suaminya, yang apabila salah atau disakiti dia mendekati suaminya dan memegang tangannya seraya berkata, demi Allah, aku tidak akan memejamkan mata atau tidur sampai kamu ridha dan memaafkan aku”.


Demikian juga dengan suami, harus dengan legowo memberikan maaf kepada si istri dengan mencurahkan kasih sayang. Kedua belah pihak harus berkomitmen untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Saling pengertian dan menerima kekurangan pasangan adalah hal yang wajib ada di dalam sebuah keluarga. Sehingga terciptalah rumah tangga yang seindah surga.


Penulis : Lestari AKA, seorang freelance writer yang hobi traveling. Aktif menulis kembali sejak bergabung dalam kelas #nulisyuk batch 37.