Manusia dan Binatang Dikumpulkan Di Akhirat Untuk Dihisab

syakirdaulay.com - Didalam Al-Quran telah dijelaskan bahwa semua makhluk Tuhan yang pernah hidup di dunia akan dikumpulkan pada akhir zaman . Di hari pembalasan tersebut, semua makhluk yang pernah hidup di dunia akan melalui proses hisab atau penghitungan semua amal perbuatan yang telah mereka lakukan. Lalu, apakah binatang juga dihisab ?

QS. Al-An’am ayat 38 menerangkan bahwa semua binatang yang pernah hidup di dunia baik itu yang berada di darat, udara, maupun di lautan akan dikumpulkan dihari akhir kelak untuk menghadap ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.


Manusia dan Binatang Dikumpulkan Di Akhirat Untuk Dihisab



Jika manusia dikumpulkan di akhirat untuk di hisab, maka binatang pun juga akan dikumpulkan. Kenapa?? Tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan manusia semasa hidup di dunia termasuk pengkhianatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. 

Hal ini diperkuat dengan dengan beberapa ayat al-Quran, salah satu satunya QS. At Takwir :5, Dan ingatlah ketika binatang-binatang dikumpulkan. Maksud pengumpulan tersebut adalah dikumpulkan di akhirat bersama-sama dengan manusia, untuk dihisab hak-haknya yang telah DIZALIMI.

Beberapa hadist sudah menceritakan mengenai seorang wanita pezina yang masuk surga karena menolong seekor anjing dan di hadist lainnya juga menceritakan seorang wanita yang diazab karena mengurung seekor kucing tanpa memberinya makan.

Binatang yang ditolong semasa hidupnya akan meminta izin kepada Tuhan agar diizinkan menolong manusia yang telah menolongnya semasa hidupnya di dunia. Tidak ada hal yang sia-sia dalam kehidupan ini. Tidak ada kerugian bagi mereka yang telah berbuat baik terhadap mereka yang tidak dapat berbicara dan tidak dapat membela dirinya ini. Semua akan dibalas sesuai dengan perbuatannya.

Semua yang terkait dengan manusia dalam kehidupannya didunia akan memberikan kesaksian termasuk tangan, mulut, telinga dsbnya. Semua binatang-binatang yang dikumpulkan akan ikut memberikan kesaksian terhadap apa yang sudah kita perbuat terhadap mereka di dunia ini. Kesaksian binatang yang teraniaya/terlantar/tersiksa/kesakitan ikut menjadi penentu apakah seorang anak Adam dapat melewati jembatan shiratal mustaqim dengan selamat atau terjatuh kedalam neraka. 

Jembatan shiratal Mustaqim merupakan penentu apakah seorang anak Nabi Adam akan menuju surga atau justru terjatuh kedalam neraka jahanam. Jembatan ini terletak di atas neraka jahanam yang sangat mengerikan, penghubung menuju pintu surga. 

Semua manusia akan meniti jembatan yang yang terbuat dari sehelai rambut yang dibelah tujuh ini untuk proses penghisaban. Jembatan ini sangat tajam, bahkan lebih tajam dari pedang. Tidak semua manusia mampu melewati titian Shiratal Mustaqim ini. Banyak yang terjatuh masuk ke neraka yang terletak dibawah jembatan ini.

Semoga kita bukan termasuk golongan manusia zalim yang menyiksa atau menganiaya atau menelantarkan atau mengeksploitasi atau mengambil keuntungan materil secara sepihak terhadap binatang-binatang yang menjadi sahabat manusia ini, terhadap mereka yang tidak dapat bicara dan tidak dapat membela dirinya.


Artikel ini ditulis oleh :
Ukhty Rona Safreni