Setan Mudah Menyesatkan Manusia Yang Punya 3 Sifat Ini


syakirdaulay.com - Assalamualaikumum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Di zaman Rasulullah SAW, hiduplah seorang mukmin yang shaleh. Ia dikenal sebagai seorang mukmin yang taat agama dan rajin beribadah kepada Allah SWT. Mendengar hal itu setan pun menjadikan ia sebagai sasaran untuk disesatkan, akan tetapi segala usaha yang setan lakukan pun tidak pernah berhasil. 


Suatu ketika, orang mukmin tersebut keluar dari rumahnya karena ada suatu keperluan. Lalu setan mengikuti orang mukmin itu dengan harapan agar ia bisa menggodanya. Percobaan pertama setan yaitu dengan melalui syahwat dan marah, akan tetapi tidak berhasil bagi orang mukmin tersebut. 


Percobaan kedua setan yaitu menggoda orang mukmin itu dengan rasa takut yang seakan-akan dia akan dijatuhi batu besar dari gunung. Akan tetapi, usaha setan kali ini pun tidak berhasil lagi karena orang mukmin tersebut tetap istiqomah berzikir kepada Allah SWT sehingga menjadikan dirinya selamat dari tipu daya setan. 


Lalu pada percobaan ketiga pun setan berusaha menyerupai dirinya seperti binatang buas, akan tetapi usaha setan kali ini pun tidak berhasil lagi karena orang mukmin tersebut tetap bertahan dengan berzikir kepada Allah SWT sehingga dirinya selamat dari sihir jahat setan. 


Setelah kembali kerumah, orang mukmin tersebut segera melaksanakan shalat. Pada percobaan terakhir pun setan berusaha lagi menyerupai dirinya menjadi seekor ular besar pada saat orang mukmin yang rajin ibadah ini sedang melaksanakan shalat di dalam rumahnya. Ular tersebut melilit kaki, badannya, hingga ke kepalanya. Setiap kali ketika ia hendak meletakkan kepalanya untuk bersujud, ular tersebut membuka mulutnya seolah-olah akan menelan kepala dari orang mukmin itu. Akan tetapi usaha terakhir dari setan ini kepada orang mukmin itu tidaklah berhasil pula karena orang mukmin tersebut tidak merasa takut dan dengan mudahnya orang mukmin itu menyingkirkan seekor ular tadi dengan tangannya sehingga ia pun bisa melakukan sujud. 


Setelah orang mukmin itu selesai melaksanakan shalat, setan pun mendatanginya dan berkata “Aku telah banyak melakukan suatu usaha untuk bisa menggodamu, akan tetapi usaha yang telah aku lakukan kepadamu sedikit pun tidak ada yang berhasil sehingga aku tidak dapat menggodamu. Aku berjanji kepadamu untuk tidak lagi menggodamu, aku ingin berteman denganmu.” 


Orang mukmin itu pun menjawab terhadap apa yang dikatakan setan kepadanya “wahai setan yang terkutuk, saya tidak pernah takut kepadamu. Yang saya takutkan itu hanya kepada Allah SWT saja dan tidak ada yang lain. Dan rasanya bagi saya tidak perlu untuk berteman denganmu wahai setan.”


Setan pun berkata kepada orang mukmin tersebut “apakah dirimu tidak ingin mempertanyakan nasib keluargamu setelah kamu mati?” Orang mukmin pun kembali menjawab “tidak ada urusannya denganmu. Saya telah mati sebelum mereka." Setan pun kembali berkata lagi kepada orang mukmin tersebut “apakah kamu tidak ingin bertanya kepadaku tentang bagaimana cara aku untuk menyesatkan manusia di muka bumi ini ?”


Orang mukmin itu pun merasa penasaran akan jawaban dari pertanyaan yang telah dikatakan oleh setan. Lalu ia menjawab baiklah, kalau begitu beritahu kepadaku tentang segala cara yang dapat kamu lakukan untuk menyesatkan manusia.


Dengan senang hati dan bangganya setan itu pun menjawab “hanya manusia yang punya tiga sifat ini, aku mudah menyesatkan manusia yaitu sifat kikir, marah, dan mabuk.


Jika seorang manusia yang memiliki sifat kikir, maka ia akan menganggap segala sesuatu yang dimilikinya itu sedikit. Oleh karena itu, ia tidak akan mau mengeluarkan kewajiban-kewajibannya dan mau memiliki apa yang telah menjadi milik orang lain. 


Setan Mudah Menyesatkan Manusia Yang Punya 3 Sifat Ini


Jika seorang manusia yang memiliki sifat marah, maka aku akan menjadikan orang itu sebagai alat mainan seperti anak kecil yang sedang bermain bola. 


Sedangkan jika seorang manusia yang memiliki sifat pemabuk, maka aku akan membawa dirinya ke dalam jalan yang sesat dan mengiringnya ke dalam semua perbuatan yang jahat atas kehendakku, sebagaimana kami sebangsa jin dan setan mengiring seekor domba yang mengikuti saja apabila diperintahkan untuk mengiring.”


Jadi teman-teman sekalian, yang Insya Allah di rahmati oleh Allah SWT. Adapun pesan yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari kisah di atas yaitu “seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah. Kuatkanlah iman dan taqwa kita sebagai seorang umat muslim dengan mendekatkan diri kepada-Nya dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. 


Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk teman-teman sekalian dalam menjalani kehidupan sehari-hari agar diri ini selalu terhindar dan terjaga dari segala marabahaya termasuk sihir jahat setan yang ingin menggoda iman dan takwa kita sebagai seorang umat muslim.”


Seperti biasa, sebelum saya mengakhiri penulisan artikel pada kesempatan kali ini, saya punya pantun ni untuk teman-teman sekalian :


“Malaysia disebut Negeri Jiran
Sangat terkenal bahasa Melayu
Peringatan turunnya Al-Qur’an 
Tingkatkan iman di dalam kalbu.”


Sekian artikel dari saya pada kesempatan kali ini, kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.




                   Motivasi Dari Syakir Daulay Allah Itu Maha Baik


Artikel ini ditulis oleh
Muszalifah Balqis