Manfaat Rimpang Jahe, Si Minuman Surga


syakirdaulay.com - Jahe memiliki nama latin Zingiber officinale yang dalam taksonomi tumbuhan termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Jahe sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpang jahe berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Di dalam jahe terdapat senyawa keton yang bernama zingereon dan itu yang membuat rasa jahe pedas.
Manusia telah menggunakan jahe sebagai bumbu masak dan obat-obatan sejak zaman kuno. Jahe adalah obat rumahan yang populer untuk mual, sakit perut, dan masalah kesehatan lainnya. Jahe segar maupun jahe kering biasa digunakan dalam masakan, dan ada juga suplemen jahe yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Di Indonesia, rempah jahe sudah sangat umum digunakan sebagai campuran minuman dan makanan dengan khasiat yang sudah dikenal luas. Selama ini yang dikenal luas adalah jahe putih, namun ada juga varian jahe berwarna merah yang baru dikenal luas setelah jahe putih, yaitu jahe merah atau Zingiber officinale var rubrum. Berbeda dengan jahe putih yang juga digunakan sebagai bumbu dalam masakan, jahe merah lebih banyak digunakan sebagai rempah herbal untuk dicampur sebagai minuman. Minuman jahe adalah salah satu jenis minuman dan makanan yang disebut dalam Al Qur’an, tepatnya dalam surat Al Insan, ayat 17-18:
“Wa yusqauna fīhā ka`sang kāna mizājuhā zanjabīlā.'Ainan fīhā tusammā salsabīlā”
Yang terjemahannya adalah sebagai berikut : Orang yang berada di dalam surga akan diberikan segelas minuman yang bercampur dengan jahe. Mereka minum dari mata air surga yang disebut Salsabila. Tak pelak lagi memang menurut penelitian ilmiah, banyak sekali manfaat jahe atau rimpang jahe bagi kesehatan. Manfaat Rimpang Jahe tersebut antara lain adalah sebagai berikut :



1. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antivirus. Banyak sekali penelitian yang melaporkan sifat anti inflamasi pada jahe yang dapat meredakan proses inflamasi (radang) yang terjadi di tubuh. Selain itu, jahe terbukti memiliki sifat antibakteri dan antivirus terhadap beberapa jenis bakteri dan virus tertentu.
2. Jahe dapat mengurangi gas dan meningkatkan metabolisme proses pencernaan Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan enzim dalam jahe dapat membantu tubuh memecah dan mengeluarkan gas dalam proses pencernaan. Gas tersebut kadang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di dalam perut. Jahe juga tampaknya memiliki efek menguntungkan pada enzim tripsin dan lipase pankreas, yang penting untuk pencernaan. Selain itu, jahe dapat membantu meningkatkan gerakan peristaltic di saluran pencernaan, sehingga dapat meringankan atau mencegah sembelit.
3. Meredakan rasa mual Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meringankan mual di pagi hari dan meredakan mual setelah perawatan kanker. Jahe juga bermanfaat meringankan gejala mual pada ibu hamil atau yang biasa disebut dengan morning sickness.
4. Mengurangi resiko diabetes Beberapa penelitian telah mempelajari mengenai beberapa senyawa aktif dalam jahe yang ternyata berhubungan dengan peningkatan insulin dan metabolisme.
5. Membantu mencegah penyakit jantung menemukan Senyawa anti inflamasi pada jahe juga dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Terdapat penelitian yang mengemukakan bahwa jahe dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar lemak darah, yang keduanya membantu melindungi terhadap penyakit jantung,. Mengkonsumsi jahe juga berakibat baik untuk menjaga kolesterol dan gula darah yang lebih rendah. Akan tetapi, harus diingat bahwa makan jahe tidak bisa mengimbangi diet buruk yang tinggi lemak jenuh dan tambahan gula. Anda masih harus mengonsumsi lebih banyak sayuran, 100% biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan untuk mengurangi risiko penyakit.
6. Membantu menurunkan berat badan Beberapa penelitian mengaitkan asupan jahe, bermanfaat dalam penurunan berat badan. Tetapi harus diingat bahwa jahe bukanlah pil penurun berat badan yang ajaib! Komponen lain dari diet yang sehat dan seimbang sama pentingnya dengan penurunan berat badan dan mempertahankannya. Banyak bukan manfaat dari rimpang jahe ? Jahe segar dapat bertahan hingga tiga minggu di dalam lemari es tanpa kulit dan bahkan lebih lama di dalam lemari es baik dikupas atau tidak dikupas.
Tips : Menyimpan jahe dalam waktu lama dapat dilakukan dengan cara menghaluskannya dengan sedikit air, tuangkan ke dalam cetakan es batu dan bekukan, jahe beku siap dikonsumsi baik sebagai bahan minuman (wedang jahe) ataupun untuk campuran bumbu masak. Referensi : https://www.goodhousekeeping.com/health/diet-nutrition/a46886/health-benefits-of-ginger/ https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92775/ Profil Penulis : Mizzemonita, menulis dan memasak dengan sepenuh hati. Alumni #nulisyuk batch #43, #46, #49 dan #52.