Jangan Pernah Mendahului Sesuatu Yang Belum Terjadi


syakirdaulay.com - Jangan sesekali engkau wahai umat manusia mendahului apa yang belum dikehendakinya sebelum Allah berucap "Kun Fayakun,  jadilah maka terjadilah" Karena itu kita diharapkan untuk tidak selalu memastikan sesuatu apapun juga. Hal ini sangat dilarang dan tidak dianjurkan dalam Syariat Islam.

Merenungkan hal hal yang sudah terjadi pada hari ini dan hari kemarin adalah bentuk dari kita untuk selalu berucap syukur dan berfikir positif apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.

Allah berfiman dalam Alqur’an Surah An Nahlu ayat 1 : 
 ”Ketetapan Allah itu pasti dan jangan kamu minta dipercepat (datang)nya. Allah Maha Suci dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”. 

Jangan Pernah Mendahului Sesuatu Yang Belum Terjadi


Yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah umat manusia dilarang untuk mempersekutukan Allah dengan meminta ketetapan demi mendapat kebahagiaan di dunia adalah dosa besar. Seperti halnya banyak kita jumpai mengenai ramalan ramalan yang disampaikan secara lisan maupun tulisan.  Bertemu langsung dengan peramal adalah lisan sedangkan yang tulisan adalah membaca artikel yang dipercayainya adalah benar terjadi.

Banyaknya beredar ramalan garis tangan, ramalan tanggal lahir (zodiak), bahkan ramalan ramalan yang menggunakan ilmu setan, dan ini termasuk jalan yang sesat (musyrik). 

Umat manusia seiring dengan kemajuan berbagai macam teknologi yang canggih membuat mereka lupa akan takdir Allah. 

Kehidupan jaman sekarang banyak orang merumuskan bahwa dikemudian hari akan ada bencana ini dan itu, akan bermunculan secara bertahap ini dan itu. Padahal mereka tidak tau apa yang direncanakan Allah untuk kita, karena yang mereka gunakan itu ilmu yang ada pada dirinya dan tidak berlandaskan ilmu agama. 

Allah menciptakan kita sekaligus memberikan akal. Allah menciptakan kita lengkap dengan rencana yang sudah Allah tetapkan pada kita. Kadang kita terlalu pintar membuat rencana sendiri dan lupa bahwa hanya yang berlaku dan terjadi adalah rencana Allah. Kita boleh berencana, tapi Allah yang menetapkan suatu ketetapan atas apa yang kita rencanakan. Yang berlaku atas diri kita di dunia ini adalah semua atas kehendak Allah SWT. Tanpa kehendak Allah, tak mungkin kita melakukan sesuatu. 

Untuk itu kita sebagai Umat islam harus saling mengingatkan satu sama lain, bahwa jika kita menghendaki sesuatu itu harus pasti kita dapatkan, itu sama saja mendahului kehendak Allah dan menentang apa yang sudah dijelaskan dalam Syariat Islam. 

Semoga senantiasa kita diberi kesadaran dan kelapangan dada untuk saling mengingatkan. Mari kita selaraskan hati dan akal dengan kehendak Allah SWT. Perbanyaklah  berdoalah kepada Allah. 




Artikel ini ditulis oleh :
@wulannmauuu