Presiden Joko Widodo Hadiri Kenduri Kebangsaan di Bireuen Setelah Tinjau Tol Aceh di Indrapuri


syakirdaulay.com - Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri dan pejabat lainnya hari ini Sabtu tanggal 22 Februari 2020 tiba di Bireuen dalam rangka menghadiri Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen. Kenduri Kebangsaan merupakan gagasan yang diprakarsai oleh Forum Bersama (Forbes)  Anggota DPR dan DPD RI Asal Aceh bersama Tokoh Nasional Aceh Surya Paloh.


Presiden Joko Widodo Hadiri Kenduri Kebangsaan di Bireuen Setelah Tinjau Tol Aceh di Indrapuri
Presiden Joko Widodo dan Surya Paloh tiba di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen
Dengan momentum Kenduri Kebangsaan ini, maka akan adanya semacam rekonsialiasi antar seluruh komponen dan elemen masyarakat untuk menyatukan persepsi meningkatkan perekonomian dan indek pembangunan yang masih rendah di Aceh. Pemerintah Kabupaten/Kota, Ulama, Anggota DPRK dan seluruh elemen masyarakat dari 23 Kabupaten/Kota hadir dalam acara Kenduri Kebangsaan di Bireuen.

Kegiatan Kenduri Kebangsaan ini sangatlah penting dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Kegiatan Kenduri ini juga dapat meningkatkan kesadaran semua elemen masyarakat dalam bidang perekonomian, pembangunan, keagamaan, sosial, serta ragam budaya ke-Acehan yang merupakan keragaman bangsa yang harus dijaga.

Sebelum menghadiri acara puncak Kenduri Kebangsaan di Bireuen, Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya meninjau pembangunan jalan to Sigli – Banda Aceh yang berada di Indrapuri – Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar dan turut didampingi oleh beberapa Menteri antara lain Menteri PUPR, Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional, Plt Gubernur dan sejumlah pejabat lainnya (Jum’at 21-02-2020).

Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa di Bireuen, sangat bermakna dan menjadi bukti  bahwa Pemerintah Pusat RI penuh perhatian untuk melaksanakan pembangunan di Aceh. Pembangunan Tol Aceh merupakan program strategis nasional Pemerintahan Jokowi dan direncanakan rampung 2023. 

Presiden dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk konsentrasi ke arah pembangunan dan Aceh adalah daerah modal yang memiliki kekuatan dan potensi baik SDA maupun SDM. Selanjutnya mengenai Perjanjian MoU Helsinki akan diberikan jawaban setelah didiskusikan dalam Rapat Terbatas nanti. 

Perihal Dana Otsus, Presiden mengharapkan agar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota melakukan tata kelola yang tepat sasaran, fokus pada program yang skala prioritas serta  program-program yang dapat mengentaskan kemiskinan. Presiden Joko Widodo di akhir sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat selalu mendorong pihak-pihak untuk berinvestasi ke Aceh termasuk Uni Emirat Arab. Mari semua komponan bersatu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada agar apa yang ingin kita capai tidak terkendala.

Selesai memberi kata sambutan dalam acara Kenduri Kebangsaan di Bireuen, Presiden Joko Widodo berbaur dengan ribuan masyarakat dari segala elemen dan makan bersama masakan kuah beulangong. Masakan kuah beulangong adalah masakan khas Aceh yang kuahnya kental dan isinya daging sapi.  

Setelah makan siang Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, para menteri beserta rombongan kembali ke Jakarta.